The Servant Leadership

Leadership is action not position. Kepemimpinan adalah tindakan bukan jabatan adalah ungkapan yang sangat tepat menggambarkan makna dari kepemimpinan yang sesungguhnya. Sebagian orang menganggap kepemimpinan terkait erat dengan jabatan dan kekuasaan. Pemahaman tersebut seringkali menimbulkan kesalahpahaman bahwa untuk memimpin harus memiliki kedudukan atau memegang tampuk kekuasaan.

Posisi pemimpin sering menjadi rebutan. Begitu pula yang terjadi di Indonesia dan puncaknya adalah pada tahun 2009 ini. Ribuan orang akan bersaing merebutkan posisi sebagai wakil rakyat di DPR, DPD, dan DPRD propinsi serta kabupaten/kota. Sementara itu, belasan orang lainnya akan bertarung untuk menjadi calon presiden dan wakil presiden. Apa yang sebenarnya mereka cari?

Pemimpin dalam konteks kenegaraan memang secara formal akan mendapatkan kekuasaan, fasilitas dan popularitas. Kebutuhan hidup mereka dan keluarganya akan terjamin. Padahal secara ideal pemimpin seharusnya lebih mendahulukan memenuhi kebutuhan rakyatnya sebagai prioritas tertinggi daripada dirinya sendiri dan keluarganya. Tipe pemimpin seperti ini disebut sebagai servant leaders alias pemimpin yang melayani rakyatnya.

 Ada beberapa karakteristik yang menjadi ciri khas seorang pemimpin yang memenuhi kriteria sebagai servant leaders yaitu:

1. Acceptance and empathy

Pemimpin yang baik mengenal dirinya sendiri. Mereka tahu tentang kelebihan, bakat, minat dan juga kekurangan yang ada pada dirinya. Pengetahuan akan diri sendiri ini akan menjadi kekuatan bagi seorang pemimpin. Mereka akan memimpin dengan semua kelebihan yang ada pada diri mereka dan mengelola kelemahan dirinya sehingga tidak merugikan orang lain. Modal mengenal diri sendiri ini bisa digunakan oleh seorang pemimpin untuk memahami dan berempati dengan orang lain.

2. Calling

Melayani adalah panggilan jiwa bukan karena keterpaksaan atau tuntutan keadaan. Oleh karena itu, melayani orang lain adalah suatu kebiasaan bagi seorang pemimpin. Jika ada seorang calon bupati, gubernur atau presiden yang turun ke pelosok desa pada saat akan mencalonkan diri, kita perlu bertanya kemana saja mereka sebelum ini?. Jika memang mereka seorang pemimpin sejati dia sudah melakukan pelayanan ini sebelumnya. Entah dalam bentuk apa, entah akan mencalonkan diri atau tidak. Mengapa mereka baru mau melayani rakyat ketika ingin menjadi penjabat? Apakah ini yang disebut servant leaders? Tentu tidak. Kita bisa melihat track record seorang calon pemimpin bangsa dari perjalanan hidupnya. Apakah mereka sejak masih muda sudah memiliki pangilan jiwa untuk melayani atau hanya hidup untuk dirinya sendiri.

3. Healing and serving

 Seorang pemimpin akan menjadikan perubahan sebagai bagian dari jalan hidupnya.     Dia tidak anti perubahan justru dia adalah pencetus perubahan. Kehidupan seseorang atau bahkan suatu bangsa akan berada di posisi yang sama jika tidak ada perubahan yang dilakukan. Untuk menyelesaikan problema kehidupan maka seorang pemimpin akan melakukan perubahan yang diperlukan. Namun sebelum itu, dia akan melakukan perenungan dan bertanya. Jika perubahan ini dilakukan, apa dampaknya bagi rakyat? Apakah kehidupan mereka akan menjadi lebih baik? Apakah mereka akan menjadi lebih sehat, sejahtera, bahagia? Apakah mereka akan diuntungkan dengan perubahan ini atau setidaknya tidak mengalami kerugian? 

4. Community

Seorang pemimpin adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakatnya. Untuk menguji apakah seseorang adalah pemimpin yang ideal, kita bisa melihat pandangan masyarakat sekitar terhadap dirinya. Pemimpin yang baik adalah tetangga yang baik. Apakah dia dianggap baik oleh tetangganya atau tidak? Apakah dia mengenal, bergaul dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat di sekitarnya? Jika kenal dengan tetangga saja tidak mau, bagaimana mungkin dia akan menjadi pemimpin yang melayani rakyat banyak.     

5. Persuasion

Pemimpin sejati tidak mengandalkan otoritas formal sehingga perkataan atau perintahnya diikuti oleh para pengikutnya. Dia adalah orang yang bisa mempengaruhi dan mengarahkan orang lain tanpa harus memiliki legitimasi sebagai pemimpin. Perkataan dan perbuatannya diikuti orang banyak karena dia memiliki kekuatan kepercayaan dan keyakinan. Para pengikutnya mempercayai dan meyakini bahwa pemimpinnya akan mengarahkan dirinya ke jalan yang benar.

6. Conceptualizing

Tidak semua pertanyaan kehidupan memiliki jawaban yang akan memuaskan karena hidup bukanlah persamaan matematika. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk melakukan konsepsi problema yang dihadapi rakyatnya. Apabila rentetan permasalahan telah terkonsep dengan baik, mencari jawaban untuk menyelesaikannya akan lebih mudah dilakukan. Terkadang suatu permasalahan tidak bisa diselesaikan bukan karena tidak adanya solusi tapi karena kita tidak bisa memahami apa yang sebenarnya menjadi permasalahan.  

 

7. Awareness and perception

Pemimpin dan pemimpi hanya memiliki sedikit perbedaan yaitu huruf N saja. Memang seorang pemimpin haruslah menjadi seorang pemimpi agar dia bisa membayangkan masa depan. Namun dia harus tetap bersandar kepada kenyataan. Dia harus memiliki kesadaran terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya. Seorang pemimpin sejati tidak berdiri di atas menara tinggi dan tidak berpijak ke bumi. Bukan menatap dan mengharap masa depan yang terang benderang nun jauh di hadapan sementara kondisi rakyatnya masih banyak yang kelaparan. Pemimpin sejati menyadari kondisi masa kini, melakukan perbaikan dan terus melangkah menuju masa depan.

8. Foresight

Seorang pemimpin biasanya duduk lebih tinggi dibandingkan dengan rakyatnya. Bisa kita lihat contohnya dalam sistem kerajaan. Raja akan duduk di singgasana kekuasaan yang megah sementara rakyatnya akan duduk di lantai. Secara filosofis hal ini sebenarnya memiliki makna yang mendalam bahwa seorang pemimpin harus melihat lebih luas dan jauh ke depan dibandingkan dengan rakyatnya. Dia harus memproyeksikan masa depan. Bahkan ada yang mengatakan dia harus memiliki “antena” untuk menganalisa situasi dan mengantisipasi segala implikasi yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. Bagaikan mercusuar atau menara pemantau yang bisa memberikan informasi tentang sesuatu yang berada di kejauhan pandangan.

9. Stewardship

Servant leaders akan berlaku seperti pramugara. Dia yang akan mengarahkan dan melayani semua kebutuhan penumpang selama dalam perjalanan. Jika penumpang membutuhkan sesuatu, pramugara dengan setia akan berusaha memenuhinya. Dia juga akan memberikan contoh prosedur dan tata cara bagaimana menyelamatkan diri jika terjadi sesuatu dalam penerbangan. Bahkan jika terjadi kecelakaan yang sesungguhnya, pramugara harus memprioritaskan para penumpangnya untuk menyelamatkan diri terlebih dahulu. Pramugara adalah orang yang terakhir harus keluar dari pintu darurat jika pesawat mengalami gangguan penerbangan. Dia tidak boleh memikirkan dan mengutamakan dirinya sendiri.

Seorang pramugara akan terus bertugas selama perjalanan yang panjang sementara para penumpang bisa tertidur nyenyak. Setiap saat dia harus siap datang ketika penumpang memanggil meskipun dalam keadaan lelah. Dia harus melayani semua orang yang memiliki perbedaan keinginan dan cara penyampaian. Ada yang berbicara dengan cara yang sopan dan tidak sedikit juga yang menyebalkan. Siapapun, apapun, kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun seorang pemimpin harus melayani rakyatnya.

10. Followership

Mungkin ini hal yang paling sulit dilakukan oleh orang yang memiliki ambisi kekuasaan. Seorang pemimpin yang baik dia adalah pengikut atau bawahan yang paling baik juga. Pemimpin adalah orang yang siap untuk memimpin dan dipimpin. Dia tidak harus selalu berada di atas dan memegang kekuasaan. Dimanapun posisinya dia akan siap menerima.

Sungguh sebuah ironi jika ada salah seorang calon pemimpin bangsa ini  yang hanya siap untuk jadi presiden. Dia tidak siap ketika tidak terpilih. Bahkan dia tidak mau menjadi wakil presiden apalagi sekedar menjadi menteri. The servant leaders is not looking for position, he just do the action. Pemimpin sejati tidak mencari posisi, dia hanya melakukan aksi.

 

            Apakah ada calon pemimpin bangsa ini yang telah memiliki kriteria di atas? Andalah yang bisa menjawabnya. Kalau belum ada atau belum terlihat mari kita cari bersama-sama. Jangan terpaku dengan pilihan-pilihan yang sudah ada. Masih banyak kemungkinan yang masih bisa digali.

            Jika kita ingin bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan dunia, carilah the servant leaders. Pilihlah ia sebagai pemimpin negeri ini. Dialah yang akan membawa perubahan karena dia memimpin untuk melayani rakyat. Bukan untuk mengejar kekuasaan, fasilitas dan popularitas.

Selamat mencari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *