Pengaruh Perkembangan Telekomunikasi Seluler Terhadap Pertumbuhan Industri Kreatif

Kehadiran telepon genggam dulu hanya sebatas menggantikan telepon tetap (fixed line) seperti telepon rumah atau kantor saja. Kini telepon seluler sudah menjadi gadget multifungsi yang wajib dibawa kemanapun. Bukan hanya komunikasi dengan suara atau teks saja, kini kita bisa dengan mudah saling mengirim gambar atau data dalam waktu singkat menggunakan piranti ini.
Perkembangan telekomunikasi seluler memang sangat pesat. Teknologi yang digunakan pun berubah dengan cepat. Terutama teknologi akses data yang kini sudah melesat dengan 3G atau third generation. Sebentar lagi teknologi ini akan digantikan dengan generasi keempat atau 4G. Kecanggihan teknologi ini membuat para pengguna semakin dimanjakan dengan kecepatan akses yang didapatkan.
Selain teknologi, faktor penting yang mendongkrak perkembangan telekomunikasi seluler adalah harga yang semakin murah. Harga handphone menjadi semakin terjangkau setelah ada invasi produk buatan negeri tirai bambu alias Cina. Banjir ponsel Cina ini memaksa produk sejenis dari brand ternama menurunkan harga. Salah satu caranya yaitu dengan membuat ponsel berkualitas dengan harga murah untuk bisa bersaing di kelas low end.
Perang harga terjadi juga antar operator telekomunikasi seluler. Persaingan ketat memperebutkan market share membuat para operator berani menurunkan harga dengan tetap menjaga kualitas pelayanan. Harga tarif komunikasi yang semakin murah membuat masyarakat semakin mudah berkomunikasi tanpa khawatir akan menghabiskan banyak biaya.
Kemudahan karena harga gadget dan tarif yang murah telah memicu tingginya trafik komunikasi seluler di Indonesia. Hal ini membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi. Salah satu sektor ekonomi yang terpengaruh adalah industri kreatif. Pembahasan mengenai industri kreatif semakin gencar belakangan ini walaupun eksistensi sektor ini sebenarnya sudah berlangsung lama.
Wacana industri kreatif yang terus didengungkan oleh pemerintah menimbulkan pertanyaan bagi sebagian orang. Apa sebenarnya pengertian industri kreatif dan apa saja bidang usahanya. Pertanyaan ini wajar saja diajukan karena memang istilah industri kreatif ini relatif baru dan belum akrab di telinga masyarakat.
Secara umum industri kreatif menurut Togar M. Simatupang adalah sistem kegiatan manusia yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa yang bernilai kultural, artistik, estetika, intelektual, dan emosional bagi para pelanggan di pasar.
Definisi industri kreatif yang digunakan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada studi pemetaan industri kreatif tahun 2007 adalah “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta tersebut”. Pengertian industri kreatif ini selaras dengan definisi yang dikeluarkan oleh UK DCMS Task Force tahun 1998.
Bidang usaha yang termasuk industri kreatif menurut Kementerian Perdagangan ada 14 yaitu:

  1. Periklanan; kreasi, produksi dan distribusi iklan.
  2. Arsitektur; jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan dan pengawasan konstruksi.
  3. Pasar barang seni; perdagangan barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi.
  4. Kerajinan; kreasi, produksi dan distribusi produk yang dihasilkan oleh pengrajin.
  5. Desain; kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri dan desain kemasan.
  6. Fashion; kreasi desain pakaian, alas kaki dan aksesories.
  7. Video, Film dan Fotografi; kreasi produksi video, film dan fotografi.
  8. Permainan Interaktif; kreasi, produksi dan distribusi permainan interaktif untuk hiburan dan edukasi.
  9. Musik; kreasi, pertunjukan, reproduksi dan distribusi.

10.  Seni Pertunjukkan; pengembangan konten, produksi pertunjukan, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung dan tata pencahayaan.
11.  Penerbitan dan Percetakan
12.  Layanan Komputer dan Peranti Lunak; pengembangan teknologi informasi.
13.  Televisi dan Radio
14.  Riset dan Pengembangan
Pertumbuhan industri kreatif semakin cepat seiring dengan perkembangan industri telekomunikasi seluler. Pengaruh perkembangan industri telekomunikasi seluler terhadap industri kreatif bisa dibagi menjadi dua yaitu:

  1. 1. Pengaruh langsung

Pengguna telepon di Indonesia berdasarkan data Asosiasi Telepon Seluler Indonesia mencapai 180 juta orang (www.harianberita.com). Semakin banyak dan menyebarnya pengguna telepon seluler dari berbagai kalangan memicu tumbuhnya industri kreatif sebagai penunjangnya. Pengaruhnya dapat langsung dirasakan karena semakin banyak penjualan ponsel dan tingginya trafik komunikasi akan mendongkrak pertumbuhan industri kreatif ini. Ada beberapa contoh bidang usaha industri kreatif yang langsung dipengaruhi oleh perkembangan telekomunikasi seluler diantaranya yaitu:

  1. Fashion: aksesories ponsel seperti dompet hp, gantungan, pernak-pernik dan sebagainya.
  2. Penerbitan dan Percetakan: pembuatan buku manual, kartu garansi, tas atau box pembungkus hp, tabloid khusus ponsel, dan lain-lain.
  3. Iklan: pembuatan konten dan media iklan (billboard, leaflet, mobile advertising dan lain-lain).
  4. Desain: desain produk, kemasan dan logo ponsel.
  5. Permainan Interaktif: mobile games dan online games semakin diminati dan menjadi bisnis yang menggiurkan.
  6. Musik: ringtone kini menjadi andalan para pemusik untuk menjual karyanya karena distribusi melalui kaset, CD dan media lainnya mengalami penurunan yang signifikan.
  7. Layanan Komputer dan Piranti Lunak: pembuatan software, social networking, mobile web, aplikasi, konten, online shopping, mobile magazine, mobile news dan sebagainya.
  8. Riset dan Pengembangan: riset pasar, riset perilaku konsumen pengguna ponsel, dan sebagainya.
  1. 2. Pengaruh Tidak Langsung

Perkembangan telekomunikasi seluler juga memiliki pengaruh tidak langsung terhadap perekonomian secara umum. Pengaruh tidak langsung ini dapat dirasakan oleh semua sektor ekonomi termasuk industri kreatif. Bentuk pengaruh langsung tersebut bisa dideskripsikan sebagai berikut:

  1. Kemudahan komunikasi: kehadiran telekomunikasi seluler memudahkan manusia untuk berkomunikasi kapan dan dimana saja berada. Kemudahan komunikasi sangat penting dalam dunia bisnis saat ini. Arus informasi yang berubah dengan cepat perlu segera direspon oleh para pelaku bisnis. Bentuk komunikasinya pun tidak hanya sebatas suara saja tapi juga bisa berupa teks, gambar atau data.
  1. Perantara menuju dunia maya: telekomunikasi seluler saat ini telah menjadi perantara menuju dunia maya bagi para pelaku usaha. Kecepatan akses data yang didukung teknologi terkini menjadi salah satu alasan dipilihnya perangkat seluler sebagai media untuk mengakses internet. Alasan lain adalah karena harga perangkat dan biaya yang murah. Selain itu, kemudahan dan kecepatan dalam proses mendapatkan pelayanannya. Akses menggunakan fixed line atau satelit tidak mudah dan perlu waktu untuk melakukan instalasi. Dunia maya bukan hanya memberi kemudahan komunikasi tapi juga mempermudah akses informasi. Para pelaku usaha bisa mengetahui desain, trend atau mode yang sedang digandrungi di belahan dunia lain.

Pertumbuhan industri kreatif yang didukung oleh perkembangan telekomunikasi seluler memiliki dampak besar bagi perekonomian nasional. Studi yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan pada tahun 2007 mencatat kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian nasional berdasarkan lima indikator utama yaitu produk domestik bruto (PDB), ketenagakerjaan, jumlah perusahaan, nilai ekspor serta dampak terhadap sektor lain. Riset ini menganalisa data dari tahun 2002 sampai 2006.
Pada tahun 2002 sampai 2006 ada beberapa bidang usaha dalam industri kreatif yang memiliki pertumbuhan di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4% yaitu musik 18,6%, penerbitan dan percetakan 12,59%, periklanan 11,35%, arsitektur 10,86%, layanan komputer dan piranti lunak 10,6%, televisi dan radio 8,51%, permainan interaktif 8,24%, pasar barang seni 7,65% dan seni pertunjukan 7,65%.
Sementara rata-rata jumlah tenaga kerja yang terserap oleh industri kreatif pada tahun 2002 sampai 2006 mencapai 5,4 juta pekerja atau sebesar 5,79% dari total tenaga kerja di Indonesia. Sedangkan pada tahun 2006, industri kreatif menyerap 4,9 juta tenaga kerja dan merupakan sektor ke 5 yang menyerap tenaga kerja terbanyak.
Jumlah perusahaan yang bergerak di sektor industri kreatif pada tahun 2006 mencapai 2,19 juta perusahaan. Dalam hal ekspor, pada tahun 2006 nilai ekspor industri kreatif mencapai 81,43 triliun dan menjadi kontributor ke 4 terbesar.  Berdasarkan data-data di atas kontribusi industri kreatif bagi perekonomian nasional sangat besar. Oleh karena itu, perlu dukungan dari pemerintah, kalangan bisnis dan intelektual agar industri kreatif terus tumbuh membesar dan menjadi andalan untuk mensejahterakan masyarakat.
Peran kalangan bisnis terutama di sektor telekomunikasi seluler (produsen ponsel dan operator) untuk pengembangan industri kreatif bisa terus ditingkatkan. Ada beberapa program yang bisa dilakukan diantaranya yaitu:

  1. Pendidikan dan pelatihan untuk para pelaku usaha industri kreatif dalam menggunakan fasilitas telepon seluler untuk kepentingan bisnisnya. Program ini terutama ditujukan kepada para pelaku usaha kelas UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dan usaha mikro. Mereka sering mengalami kesulitan untuk mengakses informasi terkini melalui dunia maya karena keterbatasan pengetahuan.
  2. Memberikan bantuan berupa peralatan (hp, modem, laptop dsb) untuk pengusaha UKM dan mikro agar mereka bisa mudah berkomunikasi dan mengakses informasi.
  3. Menyediakan fasilitas berupa portal khusus bagi industri kreatif. Bisa dilakukan sesuai dengan bidang usahanya. Misalnya portal khusus produk fashion. Di portal ini ditampilkan kreasi produk fashion dari para desainer Indonesia. Portal ini bertujuan untuk mempromosikan hasil karya anak bangsa ke seluruh penjuru dunia. Para pengusaha yang ingin karyanya dipamerkan di portal ini tidak dipungut biaya apapun agar para pengusaha UKM dan mikro bisa ikut berpartisipasi.
  4. Menjadi sponsor pameran usaha, eksibisi, bazaar dan semacamnya yang bertujuan untuk mempromosikan karya para pelaku usaha industri kreatif baik di dalam maupun luar negeri. Terkadang acara semacam ini sulit untuk diadakan karena keterbatasan dana.

Program tersebut tidak mesti dilakukan sendiri oleh produsen ponsel atau operator. Mereka bisa bekerjasama dengan pemerintah pusat maupun daerah yang memiliki kepentingan yang sama untuk mengembangkan industri kreatif ini. Dengan begitu ada sinergi antara pelaku usaha dengan pemerintah.
Kesimpulan dari uraian yang telah disampaikan di atas, perkembangan industri telekomunikasi seluler memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap industri kreatif yang saat ini sedang dikembangkan. Pengaruh ini bisa terus ditingkatkan agar kedua sektor industri ini bisa terus tumbuh berkembang dan mampu mensejahterakan masyarakat dengan semakin banyaknya lapangan kerja yang terbuka.

3 thoughts on “Pengaruh Perkembangan Telekomunikasi Seluler Terhadap Pertumbuhan Industri Kreatif”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *