Mengapa ada banyak wakil menteri?

Keputusan SBY untuk menambah begitu banyak wakil menteri (wamen) menimbulkan kontroversi baru. Buat apa ada wakil menteri sebanyak itu? Ada beberapa poin yang dijadikan keberatan oleh sebagian masyarakat tentang keberadaan wakil menteri ini. Sementara sebagian masyarakat lainnya mungkin tidak peduli, karena merasa ada atau tidaknya wamen tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan mereka.
Beberapa poin keberatan masyarakat tentang wakil menteri adalah:
1. Manambah beban anggaran. Walaupun posisi wamen disetarakan dengan pejabat eselon I/a tetap saja ada anggaran yang harus ditambah. Apalagi ternyata wamen yang terpilih sebagian besar belum menjadi pejabat eselon I/a. Artinya pemerintah harus menambah gaji dan fasilitas mereka. Mobil dinas, ajudan, protokol dan rumah dinas adalah sebagian fasilitas yang harus disediakan untuk wamen. Belum lagi biaya operasional seperti perjalanan dinas, dana taktis, dan semacamnya yang harus ditambah.
2. Pembagian wewenang dan job description antara menteri dengan wamen. Hal ini harus diatur dengan jelas dan tegas. Apa sih tugas wamen itu? Apa hanya menggantikan menteri dalam acara seremonial saja? Apakah wamen berhak mengambil kebijakan?
3. Jenjang karier PNS dan kecemburuan sosial. Wamen adalah PNS karir idealnya sudah pernah menjabat di level eselon I/a. Namun pilihan SBY sebagian besar belum menduduki posisi tersebut. Jadi terkesan dipaksakan. Hal ini bisa jadi akan menimbulkan kecemburuan sosial para PNS di kementerian tersebut. Mereka yang telah memiliki pangkat dan golongan yang tinggi “disalip” oleh wamen yang secara kepangkatan masih berada di bawahnya. Ditambah lagi wamen tersebut bukan berasal dari kementrian yang bersangkutan. Hal ini bisa mengakibatkan suasana kerja bisa kurang nyaman untuk wamen.
Pertimbangan untuk mengangkat wamen dalam jumlah banyak tidak menjawab persoalan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja kabinet. Seharusnya SBY berani untuk mengganti menteri yang bermasalah dengan orang yang amanah dan profesional. Selain itu, SBY dan para menterinya harus berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan bekerja optimal untuk kesejahteraan masyarakat tiga tahun ke depan.
Sepertinya harapan masyarakat masih belum menjadi kenyataan karena kebijakan presiden belum jelas. Apakah anda setuju dengan saya? Atau anda punya pendapat yang berbeda? tuliskan pendapat anda di comment yah…

4 thoughts on “Mengapa ada banyak wakil menteri?”

  1. saya dah ga mau ngambil pusing urusan negara, biarkan para petinggi negara ini yang menjalankan kewajiban nya, buat para koruptor dsb nanti juga bakal dapet balasan nya, hidup itu ga statis apa yang kita lakukan pasti akan kembali pada kita nanti nya, yg penting bagi saya mah jadi yang terbaik walaupun ga bisa jadi pemimpin negara setidak nya saya bisa jadi pemimpin bagi anak dan istri saya (keluarga)
    rakyat ga buta dan rakyat bisa menilai biarin lah presiden yang sekarang dengan Kebodohan nya bentar lagi juga masa jabatan nya abis dan jangan harap rakyat bakal milih dia lagi.
    kalo sempat mampir yah mas ^^
    http://gustav-econimics.blogspot.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *