MBA, Gaya Manajemen Pemerintah Kita

Pemerintah kita punya gaya manajemen tersendiri yang berbeda dengan manajemen perusahaan atau manajemen pemerintahan di negara lain. Tiap negara memang punya situasi dan kondisi yang berbeda sehingga pengelolaannya pun berbeda juga. Gaya manajemen pemerintah kita menurut saya itu namanya MBA. Tapi MBA di judul ini bukan master of business administration. Ada yang tau MBA itu apa?
Iya, betul. Management By Accident. Kalo diterjemahkan artinya apa yah. Agak susah juga. Kira-kira artinya manajemen dengan kecelakaan. Maksa banget sih. Tapi pembaca tau kan maksudnya apa.
Ada beberapa ciri gaya manajemen MBA yaitu:
1. Baru bertindak setelah ada kejadian. Kebijakan diambil setelah ada kejadian yang menarik perhatian masyarakat dan diblow up oleh media. Banyak contoh kasusnya. Misalnya; setelah banyak kejadian jatuhnya pesawat terbang, barulah ada kebijakan yang lebih ketat tentang pengawasan kelayakan pesawat terbang. Jalan rusak yang berlubang tidak akan diperbaiki kecuali masyarakat sudah protes dan berdemonstrasi. Pabrik yang mencemari lingkungan tidak akan ditutup bila tidak ketahuan oleh masyarakat. Dan masih banyak contoh lainnya.
2. Reaktif bukan proaktif. Gaya manajemen seperti ini cenderung reaktif daripada proaktif. Menunggu laporan, pengaduan, atau komplain dari warga baru mereka memberi respon. Sangat kurang insiatif dan tidak kreatif dalam membuat program. Mereka tidak tahu apa yang dibutuhkan oleh rakyat karena orientasi mereka membuat program memang bukan untuk rakyat. Tapi untuk kepentingan mereka sendiri.
3. Mencari alasan bukan memberi solusi. Ketika ada permasalahan yang terjadi, mereka mencari alasan. Tidak ada dana, kurang personil atau belum ada laporan adalah alasan yang paling sering diungkapkan. Mereka lebih sering membela diri daripada membela kepentingan warganya. Akhirnya permasalahan sebenarnya tidak pernah dituntaskan.
4. Bekerja berdasarkan kebiasaan. Puluhan tahun bekerja dengan cara dan ritme yang sama. Tidak pernah berubah padahal dunia di sekitar kita telah jauh berbeda. Teknologi informasi masih seperti mimpi. Mereka lebih senang bekerja secara manual karena tidak mau merubah kebiasaan. Akhirnya jadi ketinggalan.
Seharusnya gaya manajemen MBA seperti tersebut diatas harus segera dirubah. Jangan terus dipertahankan. Mungkin lebih baik diganti dengan gaya manajemen MBA yang lain yaitu Management By Anticipation. Intinya adalah bagaimana mengantisipasi permasalahan yang mungkin timbul di masyarakat. Pemerintah menyiapkan solusi sebelum permasalahan besar terjadi. Antisipasi dini, begitu kira-kira. Bagaimana tanggapan anda? Apa anda setuju dengan MBA yang satu ini?

7 thoughts on “MBA, Gaya Manajemen Pemerintah Kita”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *