Manajemen waktu

Karakteristik waktu
Waktu dalam kehidupan manusia sangat berharga. Siapa yang bisa memanfaatkan waktunya dengan baik, dia akan sukses dalam hidupnya. Pentingnya waktu untuk manusia karena waktu memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh yang lainnya. Karakteristik waktu adalah:
1. Irreversible [tidak pernah kembali]
2. Untransfersible [tidak bisa dipindahkan kepada orang lain]
3. Unsubstitution [tidak tergantikan oleh apa pun]
4. Unpayable [tak dapat dibeli]
Seorang yang sudah tua tidak bisa kembali menjadi remaja lagi. Barang yang hilang bisa diganti dengan uang. Kekayaan dan kemewahan hancur dapat diperoleh kembali dengan usaha. Kepemilikan harta dari orang mati dapat dipindahkan kepada hak warisnya. Namun waktu hanya dimiliki tiap individu di mana masing-masing berbeda tak mungkin dipindahtangankan kepemilikannya kepada orang lain. Baju dicuri akan “kembali” dengan membeli yang baru. Tapi waktu pergi hendak ke mana dicari penggantinya?

Waktu dalam Islam
Islam adalah agama yang paling dominan mengingatkan kita kepada waktu. Allah SWT sendiri berkali-kali bersumpah dalam AI-Quran berkaitan dengan waktu. “Wal ‘ashri (Demi waktu),” “Wadh dhuha (Demi waktu dhuha).” “Wal lail (Demi waktu malam).” “Wan nahar (Demi waktu siang).”
Dalam Al Qur’an surat Al-Ashr dinyatakan bahwa manusia pasti akan merugi kalau tidak memperhatikan waktu kecuali:
1. Orang yang beriman
2. Orang yang beramal saleh
3. Orang yang saling menasehati dalam kebenaran
4. Orang yang saling menasehati dalam kesabaran
Allah pun telah mendisiplinkan kita agar ingat terhadap waktu minimal lima kali dalam sehari semalam: Shubuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, ‘Isya. Belum lagi tahajjud pada sepertiga akhir malam dan shalat Dhuha ketika matahari terbit sepenggalah. Allah mengingatkan kita untuk selalu terkontrol dengan waktu yang ada.
Oleh sebab itu, tampaknya tidaklah perlu bercita-cita yang hebat bagi orang-orang yang menganggap remeh waktu karena kunci keunggulan seseorang justeru terletak pada bagaimana dia mampu memanfaatkan waktu secara lebih baik daripada yang dimanfaatkan oleh orang lain.
Dua puluh empat jam adalah waktu sehari semalam yang sama diberikan kepada setiap orang. Ada yang bisa mengurus dunia. Ada yang mampu mengurus perusahaan raksasa. Ada yang bisa mengurus berjuta-juta manusia. Akan tetapi, ada juga orang yang selama dua puluh empat jam tersebut mengurus diri sendiri saja tidak sanggup. Padahal, jatah waktu yang dimilikinya sama.
Sebagian orang beranggapan bahwa time is money alias waktu adalah uang. Seharusnya seorang muslim menganggap waktu adalah kehidupan. Mereka yang membuang waktunya sama saja dengan menyia-nyiakan hidupnya sendiri.

Manajemen waktu
Untuk mengelola waktu, kita harus melakukan manajemen waktu. Terlebih dahulu yang harus kita lakukan adalah menentukan prioritas mana yang harus dilakukan. Caranya adalah dengan menentukan kegiatan atau aktifitas mana yang termasuk dalam kategori penting dan mendesak. Untuk lebih jelas bisa dilihat dalam diagram di bawah ini:

Sebelum itu, kita seharusnya sudah membuat tujuan jangka panjang, apa yang ingin kita capai dalam hidup ini. Setelah itu, buatlah rencana jangka menengah dan jangka pendek. Buatlah target tahunan, bulanan, mingguan dan harian. Berdasarkan itu semua, kita bisa membuat jadwal harian. Aktifitas apa saja yang akan kita lakukan selama satu hari tersebut.
Satu-satunya aset terbesar yang dimiliki manusia hanyalah waktu. Waktu atau kesempatan tidak terjadi dua kali. Mumpung berkesempatan masih muda, sehat, kuat dan cerdas. Marilah kita perbanyak belajar dan beramal. Kelak ketika mata telah kabur, usia telah uzur, dekat liang kubur, jangan sampai nasi sudah menjadi bubur. Tak ada waktu lagi untuk berbuat, tak sempat bertobat.

One thought on “Manajemen waktu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *