Makna Cinta

Cinta menjadi tema yang paling sering diangkat dalam lagu, cerpen, novel, sinetron atau film. Walaupun sering dibicarakan dan dirasakan, sangat sulit untuk mendefinisikan arti kata cinta itu sendiri. Tulisan ini pernah dibahas dalam diskusi kelompok mahasiswa Indonesia di Universiti Utara Malaysia (UUM) pada tanggal 5 November 2008.

 

Kamus Besar Bahasa Indonesia, cinta diartikan sebagai suka sekali, sayang benar, kasih sekali, terpikat, ingin sekali, berharap sekali, atau khawatir.

Kamus Psikologi: cinta merupakan perasaan khusus yang menyangkut kesenangan terhadap atau melekat pada objek; cinta bernuansa emosional jika muncul dalam pikiran dan dapat membangkitkan keseluruhan emosi primer sesuai dengan emosi di mana objek itu berada.

Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang. (Abdullah Nasih Ulwan)

Cinta lebih berarah ke konsep abstrak, lebih mudah dialami daripada dijelaskan.
(Ibnul Qoyyim )

 

Cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga,derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).

 

Dalam bahasa Arab, cinta bersinonim dengan kata al-hubb. Al-Qusyairi mengumpulkan beberapa pendapat tentang cinta (al-hubb) sebagai berikut:

1. Cinta/al-Hubb berasal dari kalimat habba-hubban-hibban yang berarti waddahu, mempunyai makna kasih atau mengasihi,

2. Al-hubb berakar dari kata habab al-Maa’, adalah air bah,

3. Cinta dinamakan mahabbah sebab ia kepedulian yang paling besar dari cinta hati,

4. Cinta juga sering dianggap berasal dari kata habb (biji) yang jama’nya habbat, dan habbat al-qalb adalah sesuatu yang menjadi penopangnya. Dengan demikian, cinta dinamai al-hubb sebab ia tersimpan di dalam kalbu.

5. Ada pula yang menyebutkan bahwa kata al-hubb berasal dari kata hibbah, yang berarti biji-bijian dari padang pasir. Cinta dinamai al-hubb dimaksudkan sebagai lubuk kehidupan sebagaimana hubb sebagai benih tumbuh-tumbuhan.

6. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa cinta berasal dari kata hibb, yakni tempat yang di dalamnya ada air, dan manakala ia penuh maka tidak ada tempat bagi lainnya. Demikian pula dengan hati saat diluapi cinta oleh cinta, tak ada tempat lagi dihatinya selain bagai kekasih.

 

The Importance of Love

Maslow’s Hierarchy of Needs atau teori hirarki kebutuhan oleh Abraham Maslow pada tahun 1935 menyebutkan 5 (lima) jenis kebutuhan manusia dari yang terendah hingga yang tertinggi. Cinta termasuk basic need atau kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Kita tak bisa hidup tanpa cinta.

 

 

 

Cinta dalam Islam

Islam mengakomodasi kebutuhan manusia akan cinta. Namun, cinta harus ditempatkan sesuai dengan proporsinya. Jangan sampai cinta kita kepada manusia dan harta benda menjadikan kita lupa kepada sang Pencipta.

QS Al Imran ayat 14

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”

 

Pandangan umum tentang CINTA

         Cinta sering difahami hanya sebatas untuk lawan jenis saja

         Cinta sering didasari oleh nafsu sex semata        terutama di dunia barat yang ternyata ditiru oleh sebagian umat Islam. Contoh: “ML = make love”.

         Cinta sering menjadi sumber masalah bukan sumber motivasi karena orang salah mengartikan cinta.

 

Tulisan ini belum selesai dan memang pembahasan tentang cinta tidak akan pernah ada habisnya. Tunggu lanjutannya yah…

6 thoughts on “Makna Cinta”

  1. love???it depend to the person perspective..hmm 4me it not important yet..love to the might GOd it more importnt..evan thou the beauty comes from the eyes of it eHOlder +)

    1. I agree with you, love to our Creator is the most important. But don’t forget to love someone special too, it’s our nature. Maybe someday you will find the one you love.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *