Lima Kelemahan Toko Online

Kehadiran internet telah merubah dunia termasuk bagaimana cara manusia melakukan bisnis. Penjual dan pembeli kini tak perlu lagi bertemu secara fisik. Pasar tak mesti berwujud. Keberadaan toko online sudah menjamur bagai cendawan di musim hujan. Apakah peran toko konvensional akan tergantikan semua oleh toko online? 

Toko online hadir bukan tanpa kekurangan. Ada lima kelemahan toko online yang perlu jadi perhatian diantaranya yaitu:

1. See

Apa yang dilihat mata secara langsung tidak selalu sama hasilnya dengan apa yang bisa kita lihat melalui layar laptop atau hape. Kualitas resolusi layar, pencahayaan, daya jangkau kamera dan lain sebagainya menjadi faktor pembeda. Spesifikasi barang yang lengkap di toko online tidak selalu bisa menggambarkan secara utuh produk yang sebenarnya. Terkadang ada pembeli yang merasa “tertipu” karena ketika barang yang dibeli datang tidak sesuai dengan harapan.

2. Touch

Di toko online kita tidak bisa menyentuh barang yang ditawarkan. Padahal ada produk tertentu yang perlu disentuh untuk mengetahui kualitas materialnya. Kain yang halus dan lembut tidak bisa hanya dilihat dari gambar perlu ada sentuhan tangan untuk merasakan. Hal yang berlawanan terjadi di toko konvensional, pembeli bisa menyentuh produk yang diinginkan.

3. Feel

Empuknya sofa atau spring bed tak bisa diwakili dengan kata-kata atau gambar yang diupload di toko online. Empuk itu hanya bisa dirasakan dengan rabaan tangan. Bahkan jika perlu sofa dan spring bed itu harus diduduki agar lebih bisa merasakan kenyamanan. Begitu juga ketika kita ingin membeli alas kaki seperti sandal dan sepatu. Tidak cukup hanya dengan nomor sepatu yang sesuai tapi kita perlu mencoba merasakan apakah sepatu itu nyaman dipakai. Toko online tidak bisa menyediakan fasilitas ini.

4. Smell

Harumnya kopi tak bisa kita cium dengan melihat foto atau video. Indra penciuman tidak bisa bekerja hanya dengan melihat gambar. Pembeli harus datang langsung untuk mencium aroma produk yang akan dibeli. Parfum yang wangi punya berbagai karakteristik aroma yang berbeda tergantung selera. Kita hanya bisa memilihnya jika sudah mencium baunya. Hal ini tidak bisa dilakukan di toko online.

5. Taste

Pramuniaga di toko konvensional seringkali membagikan tester produk barunya. Tujuannya adalah agar konsumen bisa merasakan langsung kelezatan rasa makanan atau minuman yang ditawarkan. Mencicipi rasa adalah salah satu strategi promosi yang jitu karena rasa tak pernah bohong. Orang yang sudah suka dan cocok dengan rasa produknya tak akan pernah ragu untu membeli.

Kelemahan toko online ini membuktikan bahwa keberadaan toko konvensional masih dibutuhkan. Hanya saja toko konvensional harus terus berbenah diri agar tidak ditinggalkan. Mereka perlu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan menjadikan internet sebagai sarana promosi. Selain itu juga bisa memanfaatkan keberadaan transportasi online sebagai salah satu sarana distribusi. Bermain dua kaki pun bisa saja dilakukan, toko konvensional sekaligus toko online.

Silahkan jika ada yang ingin menambahkan atau berbagi pendapat. Bagikan jika bermanfaat. Selamat berbisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *