Komunikasi nonverbal

Cara untuk berkomunikasi tidak harus berupa kata yang terucap atau aksara yang tertulis. Ada bentuk komunikasi lain yang seringkali tidak kita sadari. Padahal bentuk komunikasi ini paling sering digunakan. Komunikasi ini disebut komunikasi nonverbal. 

Komunikasi non-verbal merupakan bentuk komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Komunikasi non-verbal menggunakan tanda-tanda melalui tubuh meliputi gerak tubuh, ekspresi muka dan nada suara.      

            Bentuk komunikasi ini sama pentingnya dengan komunikasi verbal yang umum dipakai. Fungsi komunikasi nonverbal diantaranya yaitu:

  1. Complementing
  2. Accenting
  3. Contradicting
  4. Repeating
  5. Regulating
  6. Substituting

Tujuan komunikasi nonverbal terdiri dari:

1. Menyediakan/memberikan informasi.

2. Mengatur alur suara percakapan.

3. Mengekspresikan emosi.

4. Memberikan sifat, melengkapi, menentang, atau mengembangkan  pesan-pesan verbal.

5. Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain

6. Mempermudah tugas-tugas khusus misalnya mengajari suatu permainan olah raga tertentu.

 

Jenis-jenis komunikasi non-verbal yang bisa menunjukkan bagaimana seseorang mengekspresikan emosinya dalam berhubungan dengan orang lain, diantaranya yaitu:

1. Ekspresi muka

Wajah bisa mengkomunikasi apa yang sebenarnya dirasakan atau dibutuhkan. Kita bisa mengkomunikasikan rasa cinta, ketakutan, kegembiraan, kesedihan, apakah itu melalui mata, bibir, atau jidat. Muka merupakan tempat utama dalam mengekspresikan emosi seseorang. Ini dapat terlihat dari jenis dan intensitas perubahan muka seseorang. Mata seseorang terutama sangat efektif untuk mengindikasikan perhatian dan minat, mempengaruhi orang lain, mengatur interaksi dan membuat dominasi.

2. Badan

Posisi badan dapat menunjukkan bagaimana keadaan seseorang. Apakah dia sedang percaya diri, riang, kelihatan bingung, suasana hati yang kurang baik, atau putus asa. Dalam suatu proses wawancara posisi badan biasanya dapat menunjukkan situasi yang dihadapi oleh pelamar kerja, apakah percaya diri atau kurang percaya diri.

3. Gerak tubuh

Gerak tubuh bisa menunjukkan komunikasi seseorang. Seseorang yang mengatakan “tidak tahu”, mungkin akan menggelengkan kepalanya, atau jika seseorang menunjukkan rasa tidak peduli terhadap pertanyaan kita, bisa saja dia mengangkat bahunya.

4. Intonasi suara

Intonasi suara dapat menunjukkan komunikasi. Apakah seseorang berbicara dengan tekanan tertentu, berbicara keras, marah atau sinis dan meremehkan dapat diketahui dari intonasi bicaranya.

5. Kontak mata

Komunikasi seseorang dapat menggunakan tatapan matanya. Apakah ia marah, cinta, atau sedih dapat diketahui dari tatapan matanya. Seringkali tatapan mata tidak dapat membohongi. Orang dengan dapat mudah menangkap suasana hati lawan bicaranya dengan melihat tatapan matanya.

6. Diam

Diam bisa berarti juga sedang melakukan komunikasi. Seseorang dengan diam bisa saja ia mengkomunikasikan tidak ingin diganggu, atau sedang marah, sebel, benci, dan sebagainya. Dalam komunikasi di budaya Timur, diam bisa diartikan dengan beragam arti. Tanda-tanda nonverbal lainnya dapat memperkuat atau menjelaskan arti kondisi diam seseorang yang sebenarnya.

7. Perilaku sentuhan

Sentuhan merupakan saran penting dalam mengkomunikasikan kehangatan dan kenyamanan seseorang.

 

Isyarat Gerakan

 

Anggota Tubuh

Gerakan

Interpretasi

Kepala

Menatap lama

Penuh perhatian: jujur

Mata yang bergerak cepat

Tidak pasti: bohong

Alis yang naik

Menantang: terbuka

Senyum

Menikmati: senang

Mengangguk

Mendengarkan: setuju

Kepala miring

Menarik

Kepala tertunduk

Bertahan, membela diri

Badan dan bahu

Leaning toward

Menarik: Hubungan

Leaning away

Tidak ada ketertarikan: skeptis

Postur membungkuk

Harga diri yang rendah

Mengembangkan dada

Percaya diri

Mengerutkan dada

Terancam

Mengancingkan jaket

Formal: meninggalkan tempat

Tangan dan lengan

Menyentuh orang lain

Memiliki kekuatan

Menyentuh diri sendiri

Gugup: khawatir

Gerakan yang berulang

Bohong: Tidak yakin dengan diri sendiri

Tangan di mulut ketika berbicara

Ingin melarikan diri

Tangan menyilang

Bosan: Kehabisan ide

Fingers steepled

Percaya diri

Tangan di paha

Menantang: Arogan

Tangan di saku

Menyimpan rahasia

Menunjukkan telapak tangan

Mempercayai

Menunjuk

Otoriter: Agresif

Kepalan tangan

Membutuhkan ketenangan hati

12 thoughts on “Komunikasi nonverbal”

    1. iya gitu deh. kalo sdh ngerti asyik lho, kita bisa tau apa yang dirasakan atau dipikirkan orang cuma dari body language dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *