Keseimbangan Hidup

os33024Banyak artis yang ganteng, cantik, kaya, pintar, terkenal tapi hidupnya tidak bahagia. Mengapa? Begitu juga dengan para pejabat yang kaya dan pintar bergelar doktor lulusan luar negeri tapi masuk penjara karena korupsi. Ada apa? Tidak beda juga dengan mahasiswa yang katanya intelektual tapi ada yang lebih suka pamer otot alias tawuran daripada adu otak, atau hidup hura-hura tak kenal batasan hingga mati sia-sia karena narkoba. Kenapa ini bisa terjadi?

Jawabannya adalah karena adanya ketidakseimbangan dalam kehidupan. Sebagian artis dan pejabat lebih banyak menumpuk materi tak kenal henti. Terkadang berbagai cara dilakukan agar bisa tetap bertahan menjadi artis pujaan atau menjabat jadi pimpinan. Tidak peduli cara itu merugikan atau membuat orang lain kehilangan penghasilan.

Mahasiswa memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan orang kebanyakan karena tidak ada manusia yang memiliki gelar maha selain mahasiswa. Gelar maha hanya untuk Allah SWT. Selain itu, mereka memiliki kesempatan yang belum tentu didapatkan orang lain. Kesempatan untuk terus menuntut ilmu. Tapi sebagian diantara mereka menyia-nyiakannya.

Hidup memang harus seimbang. Kita tidak bisa hanya memenuhi kebutuhan jasad atau fisik kita saja. Kebutuhan fisik yang utama untuk diberi makan dan minum tidak pernah dilupakan orang. Fisik juga memiliki kebutuhan lain untuk istirahat, mandi, olahraga dan lain sebagainya. Jarang manusia yang mengabaikan kebutuhan fisiknya karena ketika tidak dipenuhi akan langsung terasa dampaknya.

Jika belum makan, kita akan merasa lapar. Belum minum, terasa haus dan seterusnya. Bahkan jika terus berlanjut akibat kekurangan atau tidak terpenuhinya kebutuhan akan mengakibatkan badan kita menjadi sakit atau tidak bisa berfungsi lagi alias mati.

Kebutuhan manusia yang lain adalah yang berkaitan dengan akal. Manusia diberi kelebihan dibandingkan mahluk lain yaitu adanya akal yang akan memberikan pertimbangan. Akal perlu dijaga dengan memenuhi kebutuhannya yaitu ilmu. Kebutuhan akan ilmu terus dicari manusia dengan belajar di sekolah/kampus atau secara mandiri dengan membaca buku atau sumber lainnya.

Manusia yang kebutuhan akan ilmunya tidak dipenuhi akan tertinggal dengan yang lainnya. Mereka akan dilindas zaman dan tertelan oleh hiruk pikuknya kehidupan. Bagi mereka yang akalnya tidak terpenuhi kebutuhannya akan dihinggapi penyakit yaitu kebodohan. Inilah penyakit yang menjadi sumber munculnya penyakit berantai yaitu kemiskinan dan kejahatan.

Ada satu kebutuhan manusia yang sering dilupakan untuk dipenuhi yaitu ruhani atau spritualitas. Kebutuhan ini tidak bisa dilepaskan dari manusia yang memiliki hati nurani. Mereka memerlukan adanya siraman yang menyejukan hati, tetesan air yang menentramkan jiwa. Lihatlah akibatnya jika jiwa tak berdaya maka akal dan jasad akan mendominasi sehingga banyak kejahatan dilakukan oleh orang yang pintar dan seharusnya menjadi teladan.

Untuk itu, marilah kita seimbangkan hidup kita. Jangan sampai kita berlebihan di satu sisi dan kekurangan di sisi yang lain. Penuhilah raga kita dengan makanan dan minuman yang bergizi dan pastinya halal. Berilah ia kesempatan untuk beristirahat dan berikan kesegaran dengan olahraga yang teratur. Berikan akal kita ilmu yang berguna yang bisa didaptkan bukan hanya di kelas saja tapi di alam nyata.

Jangan sampai lupa ruhani juga harus terus diisi. Biarkan ia menikmati zikir di pagi dan petang hari. Hubungkan ia dengan sang Pencipta melalui komunikasi intensif 5 kali sehari dengan shalat wajib. Bacakan ia surat cinta dalam Al Qur’an yang akan memberi motivasi tiada henti.

Hidup seimbang awal menuju kemenangan.

2 thoughts on “Keseimbangan Hidup”

    1. thanks, hidup tidak seimbang pasti ada kekurangan. Saya kasih contoh ketidakseimbangan dalam hidup
      Pinter + Seger + Nggak Bener = KEBLINGER
      Pinter + Bener + Nggak Seger = KELENGER
      Seger + Bener + Nggak Pinter = BIKIN MINDER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *