Inovasi Pelayanan Telepon Seluler

            Perang tarif operator telepon seluler sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Mereka semua saling bersaing dengan menawarkan harga yang paling murah. Promosi harga murah ini bahkan sudah terkesan tidak masuk akal dan di luar batas kewajaran. Terkadang konsumen merasa tertipu karena iklan yang menyesatkan dari operator telepon seluler.

            Penyebab perang tarif ini muncul karena persaingan memperebutkan konsumen berlangsung sangat ketat. Jumlah operator yang cukup banyak mencapai 11 membuat medan bertempur bagi operator terasa sempit. Padahal dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 225 juta jiwa, potensi pasar sangat terbuka lebar.

             Kondisi ini tentu membawa konsekuesi tersendiri bagi para operator. Keuntungan mereka akan berkurang karena harus memangkas pendapatan dengan menurunkan harga serendah mungkin. Selain itu, efisiensi yang semakin ketat dilakukan akan berimbas kepada tenaga kerja. Kemungkinan para operator akan lebih memilih merekrut pekerja kontrak atau outsourcing daripada memiliki pekerja tetap.

            Belum lagi jika memperhitungkan dampak krisis global saat ini yang diprediksi akan lebih terasa pada triwulan pertama dan kedua tahun 2009. Daya beli masyarakat akan berkurang dan mereka akan lebih selektif dalam mengeluarkan anggaran. Salah satu komponen anggaran rumah tangga yang bisa dipangkas adalah komunikasi. Mereka akan memilih membelanjakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mengurangi pembelian pulsa untuk telepon selulernya.

            Oleh karena itu, pertarungan harga antar operator bukan lagi menjadi faktor kunci memenangkan persaingan. Para operator harus berfikir secara matang apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh konsumen. Tidak semua konsumen sensitif terhadap harga. Mereka cenderung mencari operator yang bisa memberikan nilai lebih yang bermanfaat untuk dirinya.

 

Strategi samudera biru

            Istilah strategi samudera biru dipopulerkan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne melalui bukunya blue ocean strategy. Samudera biru diartikan sebagai ruang pasar yang belum terjelajahi, penciptaan permintaan dan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan. Saat ini para operator telepon seluler berada di samudera merah.

            Di dalam samudera merah, perusahaan berusaha mengalahkan lawan mereka demi mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. Ketika ruang pasar semakin sesak, prospek akan laba dan pertumbuhan pun berkurang. Kompetisi jor-joran mengubah samudera merah  menjadi samudera penuh darah. Mereka akan saling ”membunuh” untuk bisa memenangkan pertarungan.

            Untuk menjadi pemenang, keluarlah dari persaingan. Pindahlah dari samudera merah menuju samudera biru dengan cara membuka ruang pasar baru. Batu pijakan strategi samudera biru adalah inovasi nilai yang harus diciptakan. Inovasi nilai terjadi ketika perusahaan memadukan inovasi dengan manfaat, harga dan posisi biaya.

            Operator seluler harus berani keluar dari perang tarif dan menciptakan inovasi pelayanan. Inovasi yang diciptakan harus memberikan manfaat yang optimal bagi konsumennya. Dengan cara ini mereka bisa mempertahankan dan menambah pangsa pasar. Bukan dengan cara perang harga yang cenderung akan mematikan industri itu sendiri.

 

Inovasi Pelayanan

            Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh operator seluler untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Penulis memiliki beberapa ide diantaranya yaitu:

  1. Easy payment; menjadikan pulsa telepon seluler sebagai alat pembayaran. Seorang konsumen bisa melakukan transaksi tanpa uang tunai dan tidak melakukan pendebetan rekening bank. Mereka cukup menggunakan pulsa telepon sebagai alat tukar. Misalnya, operator bekerjasama dengan PLN. Jika ada konsumen yang ingin membayar tagihan listrik, dia tidak perlu datang ke loket pembayaran, kantor bank atau ATM. Dia cukup mengirimkan sms ke nomor tertentu dan secara otomotis tagihannya akan dibayar dengan pulsa yang dia miliki. Tentu saja jumlah pulsanya harus cukup untuk membayar tagihan tersebut. Cara ini jauh lebih praktis bila dibandingkan dengan sms banking yang saat ini sudah tersedia. Sms banking hanya bisa digunakan oleh pemilik rekening di bank tertentu sedangkan cara ini bisa dipakai oleh siapa saja yang memiliki telepon seluler yang terisi pulsa dalam jumlah yang cukup.Operator telepon seluler bisa bekerjasama dengan sebanyak mungkin merchant. Kerjasama ini tentu akan menguntungkan kedua belah pihak. Skema bisnis bisa diatur dengan mempertimbangkan faktor keamanan dalam melakukan transaksi.
  2. Mobile advertising; telepon seluler sebagai media penyampaian iklan layanan masyarakat. Terkadang pemerintah kebingungan dalam mensosialisasikan berbagai kebijakan yang harus diketahui masyarakat. Misalnya, sosialisasi pemilu masih dianggap kurang. Hal ini bisa dieliminasi dengan menjadikan telepon seluler sebagai media sosialisasi. KPU bisa bekerjasama dengan operator untuk mensosialisasikan pemilu 2009 melalui sms yang akan diterima oleh pengguna telepon seluler. Cara ini akan lebih efektif dan efisien karena sebagian besar masyarakat Indonesia telah menjadikan ponsel sebagai alat komunikasi utama. Pemerintah tidak perlu kesulitan mencari media yang bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Operator ponsel juga bisa bekerjasama dengan lembaga pemerintah yang lain untuk menyampaikan iklan layanan masyarakat. 

2 thoughts on “Inovasi Pelayanan Telepon Seluler”

  1. dear mas…
    saya cukup tertarik dgn inovasi ttg easy payment ini.
    kira2 bisa ngak ya mas di buatin dalam bentuk presentasi gitu?
    kebetulan sy jga kerja di bidang telekomunikasi dan saya rasa inovasi ini cukup menarik.
    bleh ya mas?
    tengkiu mas.. 🙂

    1. ok, boleh juga. nanti saya buatin presentasinya. kebetulan saya mahasiswa master of business di malaysia. kalo sdh ada nanti saya kirim by email deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *