Inovasi Model Bisnis Industri Seluler

Perkembangan industri seluler di Indonesia sangat pesat dilihat dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. Secara kuantitas jumlah pelaku bisnis dan produk industri seluler terus bertambah karena pasar Indonesia yang begitu besar dan menggairahkan. Jumlah pengguna seluler di Indonesia hingga Juni 2010 diperkirakan mencapai 180 juta pelanggan, atau mencapai sekitar 80 persen populasi penduduk.
Industri seluler juga terus meningkatkan kualitas dengan mengupgrade teknologi terkini. Penambahan jaringan dan bertambahnya jumlah BTS memperbesar coverage area sinyal operator. Dengan demikian semakin banyak daerah di Indonesia yang bisa terhubung dengan komunikasi seluler. Kualitas pelayanan juga terus ditingkatkan meskipun ada banyak keluhan terkait dengan kasus “sedot pulsa“.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua operator seluler untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Pengguna ponsel sebagai konsumen telah banyak dirugikan dengan pelayanan konten dan sms premium yang kurang dikelola dengan baik. Walaupun bisnis konten dan sms premium menjanjikan pendapatan yang besar bagi operator, model bisnis ini mesti diatur agar sesuai dengan etika bisnis dan tidak merugikan konsumen.
Perkembangan teknologi yang begitu cepat dan kesadaran konsumen yang semakin tinggi mengharuskan para pelaku industri seluler untuk berinovasi menciptakan model bisnis baru. Ada beberapa inovasi model bisnis industri seluler yang mungkin bisa diterapkan di Indonesia yaitu:
1. Third Party Market
Pengguna seluler yang mencapai 80 persen dari populasi penduduk Indonesia adalah jumlah yang sangat besar dan menjadi target market yang menggiurkan bagi pelaku bisnis apapun. Operator seluler bisa memanfaatkan jumlah pelanggannya yang banyak itu untuk kepentingan pasar pihak ketiga. Tentu saja ada simbiosis mutualisme di sini. Prinsip saling menguntungkan bagi semua pihak.
Perusahaan lain bisa bekerjasama dengan operator seluler untuk mempromosikan produknya yang disisipkan dalam pelayanan. Misalnya jika seorang konsumen telah mengisi pulsa akan tampil tulisan seperti ini “terima kasih, pulsa anda telah bertambah sebesar Rp 50.000. Masa berlaku s.d 20 Januari 2012” Di bawah pesan ini bisa diisi oleh pesan promosi pihak ketiga. Begitu juga ketika pelanggan ingin mengecek jumlah pulsa yang ia miliki. Setelah informasi jumlah pulsa dan masa berlakunya, di bawahnya bisa dimunculkan pesan promosi.
Keuntungan dari cara promosi seperti ini adalah pesan promosi terus menerus dimasukkan ke dalam benak konsumen tanpa disadari. Tentu saja tampilan dan isi pesan promosi harus diolah sedemikian rupa sehingga menarik perhatian konsumen untuk terus dibaca. Pesan promosi tidak dilakukan melalui cara menelepon atau mengirim sms ke pengguna seluler, hal ini dilakukan agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna ponsel.
Contoh di atas hanyalah salah satu bentuk ide dari third party market. Bentuk yang lain bisa bermacam-macam tergantung kreatifitas dari masing-masing operator. Prinsip saling menguntungkan bukan hanya untuk operator dan perusahaan lain yang berperan sebagai pihak ketiga saja tapi juga untuk kepentingan konsumen.
2. Freemium vs Premium
Model bisnis seperti ini sering dilakukan di dunia teknologi informasi. Banyak software atau games yang dibagikan secara gratis. Namun untuk edisi yang lebih lengkap, konsumen bisa membeli versi premium. Jadi yang gratis ini hanya untuk promosi dan tester saja. Para pengguna yang sudah terlanjur suka tidak akan segan-segan untuk membeli produk tersebut.
Operator seluler bisa mengadopsi model bisnis seperti ini dengan cara menggratiskan pelayanan tertentu. Misalnya perusahaan atau lembaga yang ingin menggunakan layanan hotline atau customer service diberikan nomor khusus. Keunggulannya adalah konsumen yang menelepon atau mengirim sms ke nomor tersebut tidak dikenakan biaya alias gratis. Sementara perusahaan jika menggunakan nomor tersebut untuk menelepon atau mengirim sms ke konsumennya dikenakan tarif. Masih ada bentuk lain dari model bisnis ini tergantung kreatifitas dan kecerdikan operator membaca peluang.
3. Industri Data
Saat ini industri telekomunikasi seluler tidak bisa lagi mengandalkan komunikasi suara dan pesan saja. Perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen meningkat pesat. Handphone bukan lagi sekedar alat komunikasi untuk berbicara dan mengirim pesan. Gadget ini sekarang dipakai untuk mengirim data dan gambar.
Operator seluler harus menggunakan teknologi terkini dan menyediakan pelayanan andal di bidang komunikasi data. Generasi muda saat ini adalah generasi digital, mereka sudah melek internet sejak kecil. Untuk itu, kebutuhan akan komunikasi internet yang cepat dan stabil sangat penting. Para provider bisa mengandalkan komunikasi data ini sebagai sumber penghasilan yang akan terus berkembang.
Kuncinya adalah adaptasi teknologi dan pelayanan yang baik. Konsumen saat ini sudah jauh lebih cerdas. Mereka tidak mudah tergiur tawaran harga yang murah tapi koneksinya lemah. Lebih baik harganya sedikit lebih mahal tapi jaringan dan koneksinya dijamin cepat serta stabil.
4. Subsidi Silang
Model bisnis ini sudah sering dipakai di bidang yang lain. Ada produk yang diberi harga murah atau bahkan digratiskan, sementara ada produk lain yang dihargai cukup tinggi. Provider bisa membuat kategori konsumen berdasarkan produk dan pelayanan yang diberikan. Ada konsumen corporate/business, VIP (very important person), anak muda (pelajar & mahasiswa), dan sebagainya.
Untuk pelajar dan mahasiswa bisa diberikan paket hemat yang murah meriah. Sementara untuk segmen corporate dan VIP diberi harga yang lebih bersaing dengan fasilitas service istimewa. Kelebihan dana dari satu segmen bisa menutupi segmen yang lain.
5. Non-Monetary Market
Bisnis tidak selalu harus mengambil keuntungan secara langsung. Bisa juga dengan mengharapkan keuntungan tidak langsung yang akan dipetik di waktu yang akan datang. Misalnya operator seluler bisa menyediakan fasilitas konten gratis untuk generasi muda. Konten ini berupa pelajaran bidang studi atau pengetahuan umum yang diperlukan oleh mereka.
Dengan demikian generasi muda bisa belajar kapan saja dan dimana saja tanpa harus terhubung dengan internet. Materi konten ini bisa diunduh gratis dan dibaca secara offline. Provider bisa bekerjasama dengan penerbit buku atau lembaga pendidikan untuk penyediaan materi konten tersebut.
Keuntungan yang didapat operator seluler adalah pencitraan sebagai perusahaan yang peduli terhadap masa depan generasi muda. Selain itu, jika konten ini menarik dan bermanfaat bagi remaja, mereka akan beralih untuk menggunakan kartu seluler keluaran provider ini. Untuk para pelanggan, mereka akan semakin setia dan tidak akan berpaling ke operator lain. Segmen yang dibidik tidak hanya generasi muda, bisa juga ibu-ibu atau kalangan profesional. Kontennya tinggal disesuaikan dengan segmen pasar yang dibidik.
Inilah salah satu contoh model bisnis yang non-monetary market. Keuntungan yang didapatkan tidak bisa langsung terasa hari ini. Jika konsumen mendapatkan manfaat, mereka pasti akan setia. Terkadang keuntungan di masa depan sering dilupakan karena terlalu berambisi mencari laba sebanyak-banyaknya hari ini. Semoga ide-ide inovasi model bisnis industri seluler ini bisa bermanfaat.

2 thoughts on “Inovasi Model Bisnis Industri Seluler”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *