Hasil Pilpres Mengejutkan, Pelawak Jadi Presiden

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Siapa saja boleh jadi presiden asalkan bisa memenuhi syarat-syarat yang berlaku. Apapun pekerjaannya, darimanapun asalnya dan bagaimanapun latar belakang kehidupannya tidak jadi masalah. Selama rakyat mau memilihnya di pemilihan presiden (pilpres) maka dia bisa jadi presiden.

Tidak mesti jadi politisi yang kawakan, atau mantan jenderal berpengalaman atau mantan pejabat pemerintahan yang sudah malang melintang menduduki berbagai jabatan. Bahkan seorang yang sering melucu dan membuat orang lain tertawa saja bisa menjadi presiden. Iya ada pelawak yang bisa menjadi presiden.

Masak sih?

Hal ini terjadi di Ukraina, negara bekas pecahan Uni Soviet. Pelawak Ukraina, Volodymyr Zelensky, memenangi pemilihan presiden negara tersebut dengan memperoleh lebih dari 70% suara, sebagaimana diindikasikan oleh exit polls. Jika perhitungan jajak pendapat jitu, Zelensky bakal menjabat sebagai presiden lima tahun ke depan sekaligus menggusur petahana, Petro Poroshenko. Sang petahana, Poroshenko yang telah berkuasa sejak 2014 ditengarai hanya mendapat 25% suara.

Siapa sih Volodymyr Zelensky?

Zelensky membintangi drama satire berjudul “Servant for the People” alias Pelayan Rakyat yang tersedia di Netflix. Tokoh yang dia perankan adalah seorang guru yang secara tidak sengaja menjadi presiden Ukraina. Guru tersebut terpilih setelah ucapannya soal korupsi menjadi viral di media sosial. Drama televisi ini membuat Zelensky semakin populer dan dikenal masyarakat luas.

Zelensky kemudian menggunakan popularitasnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Bahkan, nama partai politik yang dia dirikan sama dengan judul drama yang dia bintangi. Tanpa pengalaman politik, Zelensky berfokus pada perbedaan dengan kandidat-kandidat lain ketimbang mengedepankan ide-ide kebijakan yang konkret.

Hasil pilpres putaran pertama dia berhasil menang dengan memperoleh lebih dari 30% suara hampir dua kali lipat dari raihan suara Poroshenko sebesar 15,95% suara. Sedangkan di putaran kedua dia menang telak lebih dari 70% berdasarkan exit polls. Para pengamat politik meyakini gaya informal Zelensky dan ikrar untuk membersihkan politik Ukraina dapat diterima para pemilih yang tidak sepakat dengan kepemimpinan Poroshenko. Dengan mengesampingkan taktik kampanye konvensional, Zelensky memanfaatkan karakter yang dia perankan di televisi dengan berjanji mengakhiri korupsi dan melepaskan cengkeraman oligarki di Ukraina.

Begitulah kisah pemilihan presiden di Ukraina yang putaran keduanya dilaksanakan hari minggu 21 April 2019 yang lalu. Kisah nyata yang tak disangka seperti kisah drama televisi yang dimainkannya. Pelawak bisa jadi presiden. Mungkin di Indonesia akan jadi judul sinetron yang menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *