Enam Keterampilan Dasar Untuk Kesuksesan Bisnis

Sukses dalam bisnis tidak bisa diraih dengan mudah. Bahkan sebagian besar bisnis akan gagal pada tahun-tahun awal pendiriannya. Hanya sedikit yang bisa bertahan dalam kurun waktu lama dan meraih sukses. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh pebisnis.

Ada enam keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh pebisnis untuk meraih sukses. Apa saja keterampilan dasar itu?

  • Planning

Perencanaan bisnis akan membantu mengoptimalkan sumber daya yang terbatas seperti waktu, uang dan materi untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Pentingnya perencanaan sudah sangat jelas tergambar bukan hanya untuk urusan bisnis tapi untuk semua langkah dalam hidup kita. Tanpa perencanaan, bisnis akan melaju tak tentu arah. Ibarat perahu yang terombang-ambing oleh gelombang lautan. Bisnis kita mungkin hanya akan mengikuti kemana angin bertiup.

Bagaimana bisnis kita akan mencapai target?. Jadilah realistis dan spesifik. Siapa akan melakukan apa dan kapan pelaksanaannya harus jelas. Semakin banyak kita melibatkan orang lain dalam bisnis, pembagian tugasnya harus semakin jelas. Jika kita memulai bisnis sendirian maka kita harus mengatur diri kita sendiri. Hal ini perlu kedisiplinan dan konsistensi karena biasanya semangat kita akan menggebu di awal tapi terus menurun seiring dengan berlalunya waktu.

Perencanaan bisnis juga berkaitan dengan anggaran. Berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis, kapan dibutuhkan dan bagaimana cara penggunaannya. Sedari awal kita akan memulai usaha, perhitungan keuangan sudah sepatutnya direncanakan.  Termasuk di dalamnya perhitungan berapa banyak uang yang akan kita hasilkan sehingga bisa diketahui kapan kita akan balik modal. Dalam Bahasa kerennya disebut ROI alias return on investment.

Selain itu, perencanaan bisnis juga mencakup hal mendasar seperti produk atau jasa apa yang akan kita sediakan? Siapa yang akan menjadi target konsumen kita? Bagaimana caranya produk kita bisa memenuhi kebutuhan konsumen? Jawaban dari pertanyaan di atas dan pertanyaan yang berkaitan dengan hal tersebut akan menjadi bagian dari perencanaan bisnis tertulis yang kita buat.

  • Buying

Semua pemilik bisnis skala kecil terlibat dalam pembelian secara langsung. Oleh karena itu, menjadi pembeli yang cerdas akan sangat membantu bisnis anda menjadi lebih menguntungkan karena keuntungan didapatkan dari selisih berapa banyak pengeluaran dikurangi pendapatan. Pembeli yang cerdas akan selalu mencatat semua pengeluaran berdasarkan kategori yang akan membantu dalam pengambilan keputusan bisnis. Jika ingin melakukan penghematan, kita akan dengan mudah mengetahui bagian mana yang akan dilakukan pemotongan anggaran.

Pembeli yang cerdas juga berkaitan dengan pengetahuan akan kualitas barang yang dibeli. Hal yang tak kalah penting juga adalah waktu pembelian atau timing karena kita memerlukan barang dengan harga dan waktu yang tepat.  Faktor timing ini sangat penting dalam bisnis. Ketepatan waktu pembelian barang akan mempengaruhi kesuksesan bisnis. Hal yang harus dihindari adalah “membuang” uang karena melakukan pembelian yang tidak tepat.

  • Producing

Produksi di sini berarti menyediakan produk atau jasa untuk dibeli oleh orang lain. Perusahaan manufaktur menyebutnya sebagai proses produksi sementara perusahaan jasa menyebutnya proses penyediaan jasa. Kemampuan meningkatkan proses produksi dapat menambah keuntungan. Jika kita bisa menghemat uang dalam proses produksi dengan meningkatkan kecepatan atau biaya produksi yang lebih murah maka keuntungan akan lebih besar kita dapatkan. Selain itu, penjualan juga akan meningkat jika kita bisa menghasilkan produk yang lebih berkualitas.

  • Selling

Untuk menjual, kita harus memahami karakteristik konsumen. Apa yang mereka inginkan? Bagaimana dan kapan mereka menginginkannya? Dan pada harga berapa mereka mau membayar?

Konsumen harus memiliki kebutuhan atau keinginan untuk produk yang kita tawarkan. Mereka harus tahu eksistensi bisnis kita dan punya ketertarikan untuk membeli. Mereka harus percaya bahwa produk yang kita tawarkan memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu, harga yang kita tawarkan juga harus masuk akal dan sesuai dengan kantong mereka. Cara pembayaran juga harus disesuaikan dengan jenis bisnis yang kita jalankan. Bukan hanya masalah harga tapi juga waktu pembayarannya. Untuk bisnis berdasarkan pesanan seperti menjahit baju, kita bisa menerapkan pembayaran 50% ketika pesanan disepakati dan 50% lagi ketika pesanan selesai. Bahkan kita juga bisa mempertimbangkan untuk memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk membayar dengan memberikan jangka waktu tertentu. Biasanya hal ini lazim dilakukan jika kita menjadi supplier untuk perusahaan besar dengan pesanan barang yang rutin dan nilai penjualan yang signifikan.

  • Tracking

Tracking di sini berarti keterampilan untuk menyimpan catatan bisnis. Kita bisa kehilangan uang alias rugi jika tidak punya catatan lengkap uang yang digunakan dalam bisnis untuk membeli, memproduksi dan menjual produk. Menyimpan catatan keuangan juga penting untuk pengisian form pajak. Catatan keuangan harus akurat dan up-to-date agar kita bisa mengetahui kondisi keuangan bisnis kita dengan benar.

Pisahkan catatan keuangan pribadi dan bisnis agar tidak terjadi kerancuan. Buat juga catatan mendetail tentang penjualan, konsumen, pembayaran dan pengiriman produk. Dengan catatan tersebut, kita bisa membuat pengambilan keputusan yang cerdas untuk meningkatkan efisiensi, penjualan dan keuntungan bisnis.

  • Managing

Manajemen bermakna kita mempunyai visi bisnis, akan menjadi apa bisnis kita di masa depan dan secara konsisten melakukan adaptasi untuk mencapai tujuan. Jika anda mempunyai karyawan, manajemen juga berarti anda harus menjadi pemimpin dari sebuah kelompok. Karyawan harus dianggap sebagai sumber daya paling berharga karena mereka mewakili bisnis anda dimata konsumen, supplier dan masyarakat. Mereka harus percaya dengan bisnis kita dan komitmen untuk bekerja dengan baik untuk kesuksesan bisnis.

Karyawan juga bisa menjadi salah satu pengeluaran terbesar. Jadi kita tidak bisa membayar karyawan yang tidak produktif. Jadilah manajer yang lebih baik dengan mendengarkan dan belajar dari kegagalan dan kesuksesan mereka yang sudah berpengalaman.

Demikianlah enam keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh pebisnis agar bisa sukses. Keterampilan dasar tersebut harus dipelajari dan terus dilatih. Semoga sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *