Dari Anak-anak Menjadi Remaja (1)

Seorang remaja yang berdiri tegap sambil menyilangkan tangan meneriakkan kata “berubah”. Tiba-tiba remaja itu telah berubah menjadi seorang ksatria gagah perkasa dengan kostum berwarna hitam. Setelah itu dia bertarung dengan musuh-musuhnya. Itulah cuplikan film Ksatria Baja Hitam yang disukai anak-anak.
Banyak film seperti itu selalu menggunakan remaja sebagai jagoan yang bisa berubah jadi ksatria atau robot. Perubahan dari remaja menjadi ksatria seakan-akan sangat mudah. Hanya dalam hitungan detik, remaja biasa berubah menjadi ksatria gagah perkasa. Namanya juga film apa saja bisa terjadi. Padahal dalam kehidupan sehari-hari perubahan itu tidak bisa terjadi begitu saja.
Begitu juga dengan perubahan dari anak-anak ke remaja. Banyak hal yang terjadi dan perlu kita waspadai. Terkadang timbulnya kenakalan remaja itu disebabkan ketidakpahaman atas proses perubahan yang sedang berlangsung. Remaja, orangtua, guru dan masyarakat perlu memahami apa saja yang sedang berubah dan bagaimana cara menyikapinya.
Seorang anak menjadi remaja akan mengalami perubahan sebagai berikut:
1. Perubahan Fisik
Remaja akan mengalami pertumbuhan fisik dengan cepat. Badannya semakin tinggi, ototnya semakin kuat dan tenaganya pun semakin besar. Biasanya mereka makan lebih banyak dan porsinya hampir sama seperti orang dewasa. Energi mereka yang berlimpah perlu disalurkan. Sebagian remaja yang suka berantem dan tawuran karena mereka salah menyalurkan energi yang dimiliki.
Untuk itu, remaja harus punya aktifitas rutin yang melibatkan fisik secara aktif. Ikut klub olahraga sangat disarankan. Komunitas sepeda, skateboard, panjat dinding dan sebagainya juga bagus untuk diikuti. Dengan ikut klub atau komunitas olahraga secara rutin akan menyalurkan energi remaja dan menjadikan badan mereka sehat. Selain itu, jika waktunya sibuk untuk latihan, mereka tidak punya waktu untuk nongkrong di pinggiran jalan. Apalagi buat tawuran.
2. Perubahan Biologis
Pembeda antara anak dan remaja adalah perubahan biologis. Perubahan itu adalah mulai berfungsinya organ reproduksi. Untuk laki-laki, mereka sudah dapat “mimpi basah”. Remaja perempuan akan “datang bulan”. Hal ini berarti secara biologis remaja dan orang dewasa itu sama.
Mereka sama-sama sudah bisa bereproduksi. Bahasa yang lebih vulgar adalah remaja laki-laki sudah bisa “menghamili” dan remaja putri sudah bisa “hamil”. Konsekwensi perubahan biologis ini yang sering tidak diketahui dan disadari oleh remaja. Mereka sudah kebelet ingin mencoba hal-hal yang seharusnya hanya dilakukan orang dewasa dengan terlebih dahulu mengikat janji dalam pernikahan suci.
Kecenderungan remaja untuk mencoba hal baru juga dilakukan di bidang sex. Mereka ingin tahu bagaimana “rasanya” bersentuhan dengan lawan jenis. Dimulai dari pegangan tangan, pelukan dan seterusnya. Remaja perlu dibekali dengan ilmu dan iman agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Orangtua mesti mendidik dan mengarahkan anak-anaknya tentang pergaulan yang baik. Jangan sampai mereka hanya belajar dari lingkungan.
Bersambung ke http://akhmadfarhan.wordpress.com/2012/01/21/dari-anak-anak-menjadi-remaja-2/

3 thoughts on “Dari Anak-anak Menjadi Remaja (1)”

    1. betul. remaja kehilangan contoh nyata yang bisa dijadikan rujukan. Lebih mudah mengajak mereka ke arah kebaikan dengan perbuatan daripada dengan kata-kata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *