Cara Memperluas Akses Pendidikan

Kita sering mendengar, membaca dan melihat di layar kaca prestasi pelajar Indonesia di berbagai olimpiade ilmu pengetahuan tingkat dunia. Rasanya bangga dan terharu karena putra bangsa bisa bersaing dengan pelajar dari berbagai negara. Hal ini seakan menunjukkan bahwa kualitas pendidikan kita setara dengan negara-negara maju. Mungkin pernyataan di atas benar adanya untuk tingkatan individu artinya ada sebagian pelajar yang memang cerdas dan berkualitas di atas rata-rata.

Namun jika berbicara di level negara, kita perlu mengurut dada. Kenyataan membuktikan kualitas sumber daya manusia Indonesia masih jauh dari harapan. Laporan Human Development Index 2016 dari UNDP (United Nation Development Programme) menyatakan bahwa Indonesia berada di rangking 113 dunia untuk indeks pembangunan manusia. Data yang ditampilkan dalam laporan itu juga menyebutkan bahwa rata-rata lamanya bersekolah warga Indonesia secara keseluruhan hanya 8 tahun atau setingkat SMP.

Itulah kenyataan yang tak bisa kita pungkiri. Mungkin banyak yang bertanya apa sebenarnya sumber masalahnya? Kenapa pendidikan kita begitu tertinggal?

Continue reading “Cara Memperluas Akses Pendidikan”

Cara Mencari Referensi (3)

Masih kesulitan mencari referensi? Atau referensi yang diperlukan tidak ditemukan di google dan perpustakaan online? Jangan khawatir masih ada satu cara lagi untuk mencari referensi yang akan dibahas di tulisan ini. Oh, ya tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya cara mencari referensi dengan search engine google bisa dibaca di sini dan cara mencari referensi di perpustakaan online bisa dibaca di sini.

Continue reading “Cara Mencari Referensi (3)”

Cara Mencari Referensi (2)

Ada banyak cara mencari referensi secara online. Salah satunya yaitu melalui search engine google yang sudah dibahas dalam tulisan sebelumnya. Jika anda belum baca bisa klik tulisannya di sini. Tulisan ini akan membahas cara yang lain yaitu melalui perpustakaan online.

Perguruan tinggi negeri maupun swasta yang besar sudah memiliki perpustakaan online yang bisa diakses kapan dan dimana saja. Hanya saja perpustakaan mereka biasanya dibatasi hanya untuk kepentingan internal saja. Jadi yang bisa mengakses terbatas hanya untuk mahasiswa dan dosen di kampus tersebut.

Lalu bagaimana dengan mahasiswa dan dosen yang kampusnya belum memiliki perpustakaan online? Padahal masih banyak kampus yang belum punya fasilitas ini.

Continue reading “Cara Mencari Referensi (2)”

Cara Mencari Referensi

Salah satu kendala yang dihadapi oleh para mahasiswa dan dosen untuk menulis tulisan akademik adalah kurangnya referensi. Padahal referensi adalah salah satu bahan baku penting yang akan diproses untuk menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah. Saat ini kendala tersebut bisa teratasi dengan kemajuan teknologi informasi ketika hampir semua referensi akademis dapat diperoleh menggunakan internet.

Tulisan ini akan menjelaskan cara mencari referensi dengan berbagai cara. Sebelum mencari referensi ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan diantaranya yaitu:

Continue reading “Cara Mencari Referensi”

Ciri-Ciri Orang Cerdas

Apakah anda termasuk orang cerdas? Banyak orang yang tidak yakin untuk menjawab pertanyaan ini. Saya cerdas gak ya? Apalagi kalo kita tidak punya prestasi akademis di sekolah. Nilai raport biasa-biasa aja, gak pernah juara kelas. Apalagi juara olimpiade matematika atau fisika.
Seringkali orang mengartikan cerdas sebatas kemampuan menjawab soal di sekolah. Pinter berhitung, nilai ulangan selalu bagus dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan formal. Kalo begitu sangat sedikit orang yang cerdas. Hanya mereka yang berprestasi di sekolah saja. Padahal tidak begitu seharusnya.
Continue reading “Ciri-Ciri Orang Cerdas”

Dari Anak-Anak Menjadi Remaja (2)

Tulisan sebelumnya sudah membahas 2 perubahan yang dialami anak-anak untuk menjadi remaja yaitu perubahan fisik dan biologis. Kedua perubahan tersebut akan tampak secara kasat mata dan mudah dideteksi. Jadi orangtua dan orang-orang terdekat bisa mengetahui seorang anak telah berubah menjadi remaja.
Masih ada 2 perubahan lagi yang dialami anak-anak untuk menjadi remaja yaitu: Continue reading “Dari Anak-Anak Menjadi Remaja (2)”

Dari Anak-anak Menjadi Remaja (1)

Seorang remaja yang berdiri tegap sambil menyilangkan tangan meneriakkan kata “berubah”. Tiba-tiba remaja itu telah berubah menjadi seorang ksatria gagah perkasa dengan kostum berwarna hitam. Setelah itu dia bertarung dengan musuh-musuhnya. Itulah cuplikan film Ksatria Baja Hitam yang disukai anak-anak.
Banyak film seperti itu selalu menggunakan remaja sebagai jagoan yang bisa berubah jadi ksatria atau robot. Perubahan dari remaja menjadi ksatria seakan-akan sangat mudah. Hanya dalam hitungan detik, remaja biasa berubah menjadi ksatria gagah perkasa. Namanya juga film apa saja bisa terjadi. Padahal dalam kehidupan sehari-hari perubahan itu tidak bisa terjadi begitu saja.
Begitu juga dengan perubahan dari anak-anak ke remaja. Banyak hal yang terjadi dan perlu kita waspadai. Terkadang timbulnya kenakalan remaja itu disebabkan ketidakpahaman atas proses perubahan yang sedang berlangsung. Remaja, orangtua, guru dan masyarakat perlu memahami apa saja yang sedang berubah dan bagaimana cara menyikapinya.
Seorang anak menjadi remaja akan mengalami perubahan sebagai berikut: Continue reading “Dari Anak-anak Menjadi Remaja (1)”

Ciri-Ciri Remaja Di Era Digital (4)

Ciri remaja di era digital yang keempat adalah perubahan proses belajar. Cara belajar remaja sekarang berbeda dengan remaja tempo doeloe. Dulu remaja belajar sangat mengandalkan peran guru, orangtua dan buku. Biasanya yang disebut belajar itu ketika mendengarkan guru di kelas atau membaca buku. Ada juga orangtua yang mengajar anaknya sendiri. Terkadang ngajar ngaji, bantu kerjain pr atau tugas dari sekolah.
Semakin canggihnya teknologi membuat perubahan dalam proses belajar. Remaja sekarang sebagai bagian dari generasi digital punya guru yang paling “hebat” dan “setia”. Guru itu selalu memberikan jawaban atas segala pertanyaan. Bahkan resah dan gelisahnya merekapun bisa diberikan solusinya. Bahkan guru ini pun sangat setia menemani dan mendampingi murid-muridnya 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Gak pake cuti dan libur. Ada yang tahu siapa nama guru ini? Continue reading “Ciri-Ciri Remaja Di Era Digital (4)”

Ciri-Ciri Remaja Di Era Digital (3)

Remaja di era digital mempunyai ciri lain yaitu gila kebebasan dan tak mau dikekang. Masa muda memang identik dengan saatnya mengeksplorasi diri. Mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan. Kalo bisa tidak perlu ada aturan. Tanpa ikatan.
Itu yang diinginkan remaja. Hidup bebas lepas, tanpa beban. Terbang seperti burung, mengalir seperti air atau berhembus seperti angin. Coba kita lihat saja sekeliling. Pelajar smp atau sma pengennya sih gak usah pake seragam makanya baju seragamnya sering dikeluarin dan celana panjangnya dibikin model pensil. Rambut cowoknya gak mau dipotong pendek rapi, maunya model korea yg lagi trend. Mereka merokok dimana saja padahal sekolah dan ortu sudah melarang.
Dari dulu sampai sekarang karakter remaja memang seperti itu. Cenderung memberontak Continue reading “Ciri-Ciri Remaja Di Era Digital (3)”

Ciri-Ciri Remaja di Era Digital (2)

Remaja sekarang memang sudah jauh berbeda dengan remaja dulu. Saat ini informasi apapun begitu mudah dicari. Hal ini sangat mempengaruhi karakter remaja. Informasi akan mempengaruhi pikiran dan keyakinan. Akhirnya perbuatan dan penampilan remaja pun akan ikut terpengaruh.
Ciri remaja di era digital yang kedua adalah Continue reading “Ciri-Ciri Remaja di Era Digital (2)”