Cara Mengatur Prioritas

Bukan hal yang aneh jika tumpukan pekerjaan terkadang datang berbarengan terutama di waktu-waktu tertentu. Banyak yang kebingungan mana yang harus didahulukan. Apalagi jika deadline alias batas waktu pengerjaannya berdekatan. Pekerjaan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, bagaimana cara mengatur prioritasnya?
Cara mengatur prioritas kerja adalah salah satu jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh pekerja profesional atau profesi lainnya. Kemampuan ini mesti dimiliki oleh mereka yang berada di semua level dari staf, manajer sampai ke direktur sekalipun. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengatur prioritas kerja adalah rumus ABCDE. Continue reading “Cara Mengatur Prioritas”

Ayo Kita Kembangkan Kuliner Banten

Apa oleh-oleh khas yang dibawa orang kalo pulang dari bandara Soekarno-Hatta yang secara geografis ada di Banten? Bingung kan. Kalo dari medan bisa bawa bika ambon, dari semarang bawa lumpia, dari yogya bawa bakpia. Masakan Sunda atau Jawa ada dimana-mana, masakan Banten itu yang seperti apa?
Kuliner Banten memang belum populer dan dikenal oleh masyarakat luas. Jangankan orang lain, orang yang tinggal di wilayah Banten saja masih sering kebingungan ketika ditanya apa sebenarnya kuliner khas Banten. Padahal kuliner bisa menjadi salah satu ikon daerah dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun internasional. Masakan khas daerah yang populer bisa membawa kesejahteraan untuk masyarakat.
Kita bisa ambil contoh orang Padang atau Palembang. Dimanapun mereka berada, tidak perlu susah mencari kerja. Mereka yang bisa masak, tinggal memasak makanan khas daerahnya dan bisa dijual di teras rumah. Jika punya modal, bisa buka warung di tempat yang strategis. Bahkan saat ini makanan khas daerah sudah tersedia dalam kemasan yang menarik dan dijual secara online. Contohnya: Rendang dalam kaleng yang bisa dibawa ke luar negeri sekalipun. Asyik banget kan, jadi dimanapun kita berada kita masih bisa makan makanan khas Indonesia.
Untuk itu, makanan khas Banten masih perlu dikembangkan. Langkah-langkah pengembangan kuliner Banten bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: Continue reading “Ayo Kita Kembangkan Kuliner Banten”

Inovasi Model Bisnis Industri Seluler

Perkembangan industri seluler di Indonesia sangat pesat dilihat dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. Secara kuantitas jumlah pelaku bisnis dan produk industri seluler terus bertambah karena pasar Indonesia yang begitu besar dan menggairahkan. Jumlah pengguna seluler di Indonesia hingga Juni 2010 diperkirakan mencapai 180 juta pelanggan, atau mencapai sekitar 80 persen populasi penduduk.
Industri seluler juga terus meningkatkan kualitas dengan mengupgrade teknologi terkini. Penambahan jaringan dan bertambahnya jumlah BTS memperbesar coverage area sinyal operator. Dengan demikian semakin banyak daerah di Indonesia yang bisa terhubung dengan komunikasi seluler. Kualitas pelayanan juga terus ditingkatkan meskipun ada banyak keluhan terkait dengan kasus “sedot pulsa“.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua operator seluler untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Pengguna ponsel sebagai konsumen telah banyak dirugikan dengan pelayanan konten dan sms premium yang kurang dikelola dengan baik. Walaupun bisnis konten dan sms premium menjanjikan pendapatan yang besar bagi operator, model bisnis ini mesti diatur agar sesuai dengan etika bisnis dan tidak merugikan konsumen.
Perkembangan teknologi yang begitu cepat dan kesadaran konsumen yang semakin tinggi mengharuskan para pelaku industri seluler untuk berinovasi menciptakan model bisnis baru. Ada beberapa inovasi model bisnis industri seluler yang mungkin bisa diterapkan di Indonesia yaitu: Continue reading “Inovasi Model Bisnis Industri Seluler”

MBA, Gaya Manajemen Pemerintah Kita

Pemerintah kita punya gaya manajemen tersendiri yang berbeda dengan manajemen perusahaan atau manajemen pemerintahan di negara lain. Tiap negara memang punya situasi dan kondisi yang berbeda sehingga pengelolaannya pun berbeda juga. Gaya manajemen pemerintah kita menurut saya itu namanya MBA. Tapi MBA di judul ini bukan master of business administration. Ada yang tau MBA itu apa? Continue reading “MBA, Gaya Manajemen Pemerintah Kita”

Bagaimana “Rasa” Apple Tanpa Steve Jobs?

Semua perusahaan pasti akan terpengaruh bila pendirinya telah tiada. Apa yang akan terjadi dengan Apple tanpa Steve Jobs? Pertanyaan ini banyak mengemuka dan dibahas di seluruh belahan dunia. Mampukah Apple bertahan dalam persaingan? Ataukah ia hanya akan tinggal kenangan?
Apple adalah perusahaan modern yang dikelola secara profesional. Bukan perusahaan keluarga yang sangat tergantung kepada kehadiran satu orang kepala keluarganya alias one man show. Secara operasional dan manajerial tanpa Steve Jobs perusahaan akan bisa terus berjalan. Business as usual. Continue reading “Bagaimana “Rasa” Apple Tanpa Steve Jobs?”

Cara Mengatur Waktu

Banyak orang yang tidak bisa mengatur waktu sehingga banyak aktifitas yang seharusnya dilakukan jadi tertunda. Bahkan kesempatan atau peluang menjadi sirna. Sayang kan, kalau kita tidak bisa mengelola waktu dengan baik banyak kerugian yang akan diderita.
Orang kaya atau miskin, orang sukses atau gagal, semua orang diberi jatah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Tapi mengapa hasilnya bisa berbeda? banyak orang yang memiliki banyak aktifitas tapi tetap bisa mengatur diri untuk berprestasi. sementara orang yang malas meskipun banyak waktu luang tapi tidak banyak yang dikerjakan hingga hasilnya pun tak bisa dirasakan.
Bagaimana caranya mengatur waktu? Kita tidak bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu yang sama karena keterbatasan sebagai manusia biasa. Untuk itu, kita harus memilah dan memilih aktifitas yang akan dilakukan sesuai dengan skala prioritas. Aktifitas mana yang penting dan mendesak untuk dilakukan. Caranya yaitu dengan menentukan aktifitas mana yang akan dipilih dengan cara: Continue reading “Cara Mengatur Waktu”

Manajemen Kegagalan


Semua orang pasti pernah merasa gagal. Tidak ada seorang manusia pun di muka bumi ini yang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Terkadang hanya sebagian saja keinginan kita yang bisa kita dapatkan. Merasa gagal adalah hal yang wajar dan manusiawi. Tapi perasaan seperti ini jangan terus dipelihara, karena hidup harus terus berjalan. Jangan terbelenggu oleh masa lalu.
Orang sukses bukan berarti tidak pernah gagal. Perbedaan orang sukses dan orang gagal adalah bagaimana cara mengelola kegagalan. Saya istilahkan menjadi manajemen kegagalan. Ada beberapa poin penting dalam manejemen kegagalan yang harus kita pahami yaitu:
Continue reading “Manajemen Kegagalan”

BETAH atau BUTUH ?

Jika seseorang ditanya kenapa masih bekerja di tempat yang sama selama bertahun-tahun? Ada beberapa jawaban yang akan muncul. Salah satunya bisa karena dia BETAH atau tidak ada pilihan lain alias BUTUH.
Pegawai yang bekerja karena BETAH sangat mudah dibedakan dengan mereka yang bekerja karena BUTUH. Ciri-ciri pegawai yang BETAH bekerja adalah: Continue reading “BETAH atau BUTUH ?”

Mengapa Harus Punya Lebih Dari Satu Sumber Penghasilan?

Banyak orang yang mengeluhkan terbatasnya penghasilan. Mereka bilang penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Memang penghasilan cukup atau tidak sangat relatif. Coba saja tanya mereka yang gajinya 10 juta, sebagian besar dari mereka akan menjawab penghasilan mereka masih kurang. Apalagi kalo kita tanya yang gajinya pas UMR doang.
Untuk itu, kita disarankan untuk punya lebih dari satu sumber penghasilan. Mengapa? ada beberapa alasan yaitu: Continue reading “Mengapa Harus Punya Lebih Dari Satu Sumber Penghasilan?”

PULSA SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN

Bayangkan betapa repotnya para pegawai di minimarket atau hypermarket yang setiap hari harus menyiapkan uang recehan untuk pengembalian belanja pelanggannya. Uang recehan berupa uang kertas atau koin harus tersedia si semua meja kasir. Minimarket masih lebih ringan karena biasanya kasirnya cuma dua sedangkan hypermarket kasirnya bisa lebih dari sepuluh. Berapa banyak uang recehan yang harus disiapkan setiap harinya?.
Kerepotan yang sama terjadi juga di meja kasir tempat parkir, kantin, halte busway, kondektur bis kota dan sebagainya. Mereka yang bergelut dengan transaksi dalam nilai rupiah yang kecil tapi volumenya besar akan selalu mengalami permasalahan yang sama. Jika tidak menyediakan uang recehan yang cukup, pelanggan akan kecewa ketika tidak ada uang kembalian. Solusi yang sering diambil adalah menggantinya dengan permen. Tidak semua pelanggan senang karena tidak adil sebab nilainya tidak sama dan sebagian lagi merasa tidak butuh permen.
Salah satu ciri masyarakat modern adalah Continue reading “PULSA SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN”