Cara Menentukan Lokasi Usaha

Penentuan lokasi untuk bisnis sangat menentukan berhasil tidaknya usaha yang dijalankan. Pemilihan lokasi yang kurang tepat bisa mengakibatkan bisnis tidak berjalan sesuai harapan.  Dampak yang mungkin terjadi adalah biaya operasional yang mahal dan kurangnya penjualan.

Untuk menentukan lokasi usaha, sangat tergantung kepada jenis usaha yang dijalankan. Ada pertimbangan yang berbeda dalam memilih lokasi antara produsen barang (manufaktur) dan penyedia jasa, penjual barang atau professional seperti pengacara. Tidak semua jenis usaha harus dibuka di tempat yang strategis di tengah kota. Ada juga usaha yang bisa dibuka di pinggiran kota atau di lokasi yang jauh dari penduduk.

Beberapa pertimbangan untuk memilih lokasi berdasarkan jenis usaha diantaranya yaitu:

  1. Produsen barang (manufaktur)

a.Biaya transportasi bahan baku

Jika bahan baku yang diperlukan sangat spesifik dan hanya tersedia di tempat tertentu maka lokasi usahanya lebih baik berada di dekat dengan bahan baku.

b. Biaya pengiriman barang jadi

Lokasi produksi barang mestilah mudah menjangkau pelabuhan, bandara atau jalan tol antar kota sebagai sarana transportasi untuk pengiriman barang jadi ke konsumen.

c. Biaya operasional

Setiap daerah memiliki kebijakan tersendiri terkait upah tenaga kerja yang perlu diperhatikan seorang pengusaha. Biaya listrik, bahan baku, perizinan, pajak dan lain sebagainya akan menjadi biaya operasional yang harus dicermati.

Jadi untuk produsen barang, pemilihan lokasi sangat tergantung kepada komponen biaya. Perusahaan manufaktur tidak perlu dibangun di tempat strategis karena memiliki hubungan tidak langsung dengan konsumen. Mereka lebih terfokus untuk mencari lokasi dengan harga yang paling kompetitif.

2. Penyedia jasa, penjual barang, professional

a. Daya beli masyarakat

Pertimbangan pertama untuk mencari lokasi adalah seberapa besar daya beli masyarakat di sana. Jika kita ingin menjual barang atau jasa dengan harga premium, pastikan lokasinya berdekatan dengan penduduk yang tergolong dalam kalangan menengah ke atas.

b. Demografi penduduk

Data penduduk di sekitar lokasi perlu diketahui. Misalnya berapa total jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin, golongan usia, agama, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan pendapatan. Target market produk yang akan kita pasarkan harus sesuai dengan demografi penduduk di sekitar lokasi usaha.

c. Tingkat persaingan

Apakah sudah ada pesaing yang menjual produk yang sama dengan kita di sekitar lokasi? Seberapa “hebat” kompetitor itu? Jika kita memilih lokasi di sana, apakah kita bisa bersaing?

d. Kualitas fisik lokasi

Bagaimana kualitas bangunan yang akan digunakan? Apakah bentuknya sesuai dengan jenis usaha atau “brand image” produk atau jasa yang akan dijual? Apakah akses jalan ke sana mudah dan tidak macet? Adakah sarana parkir yang cukup? Bagaimana dengan keamanan di sekitar lokasi?

Jadi pertimbangan utama untuk penyedia jasa, penjual barang dan professional dalam memilih lokasi adalah seberapa besar lokasi tersebut mendukung penambahan pendapatan. Artinya faktor kedekatan ke target pasar menjadi prioritas utama. Semakin dekat, mudah dijangkau dan memiliki fasilitas yang sesuai akan mengundang pelanggan untuk datang.

Untuk anda yang berbisnis secara online dan tidak perlu punya outlet fisik (offline) maka lokasi usaha bisa dimana saja. Anda bisa berbisnis online dari rumah anda sendiri atau menyewa tempat yang murah meskipun tidak strategis. Lokasi tidak menjadi faktor penting dalam bisnis online.

Itulah berbagai pertimbangan untuk menentukan lokasi usaha. Lokasi strategis tidak selalu menjadi faktor utama karena semua tergantung jenis usaha anda. Silahkan dishare agar lebih banyak orang yang membaca, semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *