Bagaimana “Rasa” Apple Tanpa Steve Jobs?

Semua perusahaan pasti akan terpengaruh bila pendirinya telah tiada. Apa yang akan terjadi dengan Apple tanpa Steve Jobs? Pertanyaan ini banyak mengemuka dan dibahas di seluruh belahan dunia. Mampukah Apple bertahan dalam persaingan? Ataukah ia hanya akan tinggal kenangan?
Apple adalah perusahaan modern yang dikelola secara profesional. Bukan perusahaan keluarga yang sangat tergantung kepada kehadiran satu orang kepala keluarganya alias one man show. Secara operasional dan manajerial tanpa Steve Jobs perusahaan akan bisa terus berjalan. Business as usual.
Dalam teori kepemimpinan ada istilah leader creates leaders, pemimpin menciptakan pemimpin-pemimpin baru. Jadi salah satu ciri seorang pemimpin sukses adalah bisa melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Untuk memimpin perusahaan sekelas Apple, Steve Jobs pasti telah menyiapkan kandidat terbaik untuk mengelola perusahaan ini. Bahkan jika di internal perusahaan tidak ada stok pemimpin, Apple masih bisa mencari CEO dari luar. Tentu yang berkualitas dan berpengalaman memimpin perusahaan kelas dunia.
Kesimpulannya tidak terlalu sulit mencari pengganti Steve Jobs sebagai pemimpin perusahaan. Lagipula sejak sakit, operasional perusahaan sudah diserahkan kepada orang lain. Aktifitasnya sudah banyak berkurang dan lebih berkonsentrasi menyembuhkan penyakit.
Namun yang sulit dicari penggantinya adalah peran Steve Jobs sebagai inovator produk. Walaupun tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang teknik. Akan tetapi dia telah terdaftar sebagai penemu lebih dari 300 paten. Banyak diantara inovasi produknya yang telah menjadi market leader karena memiliki keunggulan spesifik dan sulit ditiru oleh kompetitornya. Berikut ini 10 penemuannya yang fenomenal yaitu:
1. Apple I (1976)
2. Apple II (1977)
3. Lisa (1983)
4. Macintosh (1984)
5. NeXT computer (1989)
6. iMac (1998)
7. iPod (2001)
8. iTunes store (2003)
9. iPhone (2007)
10. iPad (2010)
Keunggulan Apple terletak pada inovasi teknologi, desain dan eksklusifitas produknya. Sehingga produk mereka bukan produk yang mudah ditiru. Mungkin hanya desainnya saja yang mudah dijiplak tapi teknologi didalamnya yang sulit untuk diikuti oleh pesaingnya. Konsekuensinya harga produk Apple lebih mahal dan sulit dijangkau masyarakat biasa.
Untuk jangka pendek, Apple masih bisa mempertahankan posisinya di puncak. Produknya pun masih laris di pasaran. Bahkan diprediksi akan banyak dicari orang untuk mengenang Steve Jobs. Semacam kenang-kenangan terakhir, bisa untuk dipakai, disimpan dan jadi koleksi.
Kompetisi di dunia teknologi sangat keras karena perubahan akan berlangsung sangat cepat. Inovasi produk mutlak terus dilakukan. Inilah yang mungkin akan menghambat laju Apple jika tidak ada inovasi baru. Keahlian Steve Jobs dalam menemukan produk baru atau berinovasi tidak mudah ditiru dan diturunkan kepada anak cucu atau para pegawainya.
Untuk jangka panjang, Apple harus segera membenahi perusahaan agar terlepas dari bayang-bayang pendirinya. Tidak mudah memang karena Apple sudah identik dengan Steve Jobs. Ibarat restoran dengan kokinya. Kualitas masakan di restoran akan sangat tergantung siapa koki yang memasak. Steve Jobs adalah master chef, juru masak handal yang membuat resep masakan yang disukai banyak kalangan di seluruh dunia. Kini master chef itu telah pergi, namun resepnya masih ada dan bisa terus dieksplorasi.
Apple mungkin masih akan tetap ada. Tapi “rasa”nya bisa jadi akan berbeda. Seperti resep masakan yang sama tapi jika kokinya berbeda rasa makanan itu tidak akan sama persis. Ada sesuatu yang hilang yang tak akan bisa kembali pulang. Apple will never be the same again.
Selamat jalan Steve Jobs, semoga kami bisa menjadi inovator dan pengusaha sekelas dirimu. Semoga akan ada “Apple” buatan Indonesia yang akan merajai dunia seperti “Apple” yang saat ini ada….

12 thoughts on “Bagaimana “Rasa” Apple Tanpa Steve Jobs?”

  1. pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang mewariskan ilmu nya kepada generasi di bawah nya . karena dia tidak ingin sepeninggal dia semua yang dia bangun hancur tak bersisa . itulah visi dan misi dari pemimpin yang adil

    1. setuju, ilmu memang bisa diwariskan tapi kreatifitas dan intuisi tidak bisa. tiap orang punya ciri kreatifitas dan intuisi masing-masing.

    1. semoga nanti kematian kita pun dikenang banyak orang. dikenang karena banyak prestasi dan kebaikan yang sudah dilakukan. semoga…

      1. saya juga sangat menyukai dengan yang namanya teknologi, khususnya pada dunia komputerisasi, meskipun saya orang awam, tapi saya juga punya cita-cita yang besar seperti itu..saya ingin membuat sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa ini, bisa di gunakan oleh orang banyak dan dapat di kenang….

  2. Stev Jobs bagaikan guru karate. Biarpun dia telah pergi, jurusnya akan tetap tinggal di sini.
    Good bye steve. We always remember u. God bless us.

  3. memang inovasi yang di ciptakan step jobs, susah di tiru, tapi meski yang punya inovasi tersebut sudah tidak ada lagi, pasti ada generasi penerus yang lebih handal, mungkin saja melebihi step jobs pada saat ini

  4. Tidak semua org mengenal steve job apa lagi yg ga melek IT. Tp yg pasti semua org pasti mengenal produk steve job. Misalnya ibu ibu rumah tangga ( finding nemo, monster inc), anak2 (ipad utk game), anak muda( iphone), kakek nenek (apple I,apple II). Thanks steve.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *