Ada Banyak Sumber Penghasilan, Anda Sudah Punya Berapa?

Sebagian besar orang hanya mengandalkan satu sumber penghasilan saja. Seorang pekerja di perusahaan atau PNS hanya mengandalkan gaji bulanan. Begitu juga dengan pedagang atau pengusaha yang hanya mengharapkan penghasilan dari keuntungan (profit) bisnis yang dijalankan. Padahal jika hanya punya satu sumber pendapatan tentu beresiko ketika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan akan sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan kehidupan kita.

Ada perusahaan swasta yang bermasalah dan memPHK karyawannya, gaji bulanan yang biasanya diterima pun melayang. Begitu juga dengan pedagang yang tidak selalu mendapatkan untung. Terkadang pembeli sepi sehingga pendapatan pun berkurang.  Jika sumber penghasilan kita cuma satu tentu ini akan menjadi masalah. Oleh karena itu, para perencana keuangan selalu mengatakan agar kita mempunyai lebih dari sumber penghasilan agar kantong terisi lebih banyak dan tidak tergantung kepada satu sumber saja.

Sumber penghasilan yang bisa kita dapatkan beragam, diantaranya yaitu:

  1. Earned income

Earned income adalah semua jenis pendapatan yang dihasilkan dari bekerja. Bisa berupa upah, gaji, komisi, bonus, tunjangan, dan lain sebagainya. Selain penghasilan pekerja kantoran, penghasilan dari pekerja mandiri (self-employed) juga termasuk di dalamnya, misalnya dokter atau pengacara yang membuka praktek sendiri. Begitu juga dengan pekerja freelance seperti agen asuransi yang mendapatkan penghasilan berdasarkan hasil penjualan termasuk ke dalam kategori earned income.

Jenis penghasilan seperti inilah yang paling banyak dimiliki oleh semua orang. Biasanya penghasilan jenis ini menjadi andalan dan sumber pendapatan utama. Ada yang besarannya tetap seperti gaji, namun ada juga yang fluktuatif seperti bonus dan komisi.

2. Profit income

Profit income adalah penghasilan yang diperoleh dari keuntungan dalam bisnis. Para pedagang dan pengusaha mendapatkan penghasilan dari jenis ini. Jadi  ada yang mengandalkan penghasilan utamanya dengan mencari keuntungan dari bisnis. Namun ada juga yang menjadikan ini sebagai penghasilan tambahan.

Ada pekerja swasta, PNS bahkan pekerja mandiri seperti dokter atau pengacara yang mempunyai bisnis sambilan. Mereka memanfaatkan waktu luang untuk berbisnis untuk menambah penghasilan. Jadi mereka setidaknya sudah punya dua sumber penghasilan.

3. Interest income

Interest income adalah penghasilan yang bersumber dari bunga atau bagi hasil simpanan atau investasi keuangan. Misalnya penghasilan dari bunga deposito atau bagi hasil deposito syariah. Bisa juga dari bunga obligasi, surat utang negara (SUN) atau bagi hasil dari sukuk. Begitu juga dengan instrument investasi keuangan lainnya.

Penghasilan ini tergolong ke dalam penghasilan pasif. Artinya kita tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendapatkan penghasilan jenis ini. Kita hanya perlu modal uang untuk disimpan ke dalam deposito atau membeli obligasi. Setelah itu, kita hanya perlu menunggu waktu pembagian bunga yang sudah ditentukan sebelumnya. Ada deposito bulanan, tiga bulanan, enam bulanan hingga tahunan. Sementara obligasi, sukuk, dan investasi lainnya biasanya pembagian hasilnya dilakukan tahunan. Jadi siapapun bisa mendapatkan penghasilan jenis ini asalkan punya modal uang yang cukup.

4. Dividend income

Dividend income adalah penghasilan yang didapatkan dari pembagian keuntungan atau dividend dari saham perusahaan yang kita miliki. Untuk memiliki saham perusahaan, kita harus menjadi investor di pasar modal. Sekarang syarat untuk menjadi investor saham lebih mudah dan murah. Pendaftaran bisa dilakukan secara online dan modal awal yang dibutuhkan cukup hanya dengan seratus ribu rupiah saja.

Penghasilan jenis ini juga digolongkan sebagai penghasilan pasif. Kita hanya perlu mengalokasikan uang untuk dibelikan saham perusahaan yang prospektif. Perusahaan yang memiliki fundamental yang baik dan memiliki kinerja yang bagus biasanya akan membagikan dividend setahun sekali dalam rapat umum pegang saham (RUPS).

5. Rental income

Rental income adalah penghasilan yang diperoleh dari menyewakan asset yang kita miliki. Bisa berupa penyewaan properti seperti rumah, ruko atau apartemen. Bisa juga berupa penyewaan kendaraan, mesin, sound system dan lain sebagainya. Tentu saja untuk mendapatkan penghasilan jenis ini, kita harus memiliki asset terlebih dahulu.

Ada orang yang secara khusus menjadikan penghasilan ini sebagai penghasilan utama. Misalnya pengusaha penyewaan tenda, sound system, rental kendaraan, dan sejenisnya. Namun ada juga yang hanya menjadikan penyewaan ini sebagai penghasilan tambahan. Mereka memiliki asset yang banyak dan sebagian disewakan seperti villa yang hanya digunakan sewaktu-waktu bisa disewakan kepada orang lain untuk menambah penghasilan. 

6. Royalty income

Royalty income adalah penghasilan yang didapatkan dari pembayaran royalty hasil karya cipta kita seperti lagu, novel, buku, foto, gambar dan semacamnya. Penulis novel atau buku akan mendapatkan pembayaran royalty dari setiap buku yang berhasil terjual. Begitu juga dengan pencipta lagu yang akan menerima rolaty dari setiap penjualan lagunya. Apalagi jika lagu tersebut populer dan dipakai menjadi jingle iklan dan soundtrack film tentu pencipta lagunya akan mendapat bayaran yang besar.

Penghasilan royalty ini tidak ada batas waktunya selama hasil karya tersebut masih dibeli orang. Jadi penghasilan ini bisa diwariskan kepada ahli waris kita. Tentu saja untuk mendapatkan penghasilan jenis ini, kita harus memiliki hasil karya yang bagus dan layak jual.

Itulah enam jenis sumber penghasilan yang bisa kita jadikan andalan. Jika kita masih mengandalkan satu sumber penghasilan saja, cobalah untuk menambah penghasilan dengan mencari alternatif sumber penghasilan lain yang bisa didapatkan. Tentu saja setiap orang memiliki kecenderungan dan minat yang berbeda. Tidak semua orang bisa berbisnis tapi mungkin kita bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari sumber yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *